Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

1 Desember 2019, KNPB kembali serukan referendum

Foto ilustrasi, warga Papua menari waita usai pengibaran bendera bintang kejora dalam peringatan 1 Desember pada 2017 lalu. – Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pada perayaan hari lahirnya embrio kemerdekaan West Papua yang ke-58 pada 1 Desember 2019,  Komite Nasional Papua Barat atau KNPB mengeluarkan pernyataan sikap politik terhadap pemerintah Indonesia. Selain menuntut referendum bagi seluruh rakyat Papua, KNPB juga menolak pemekaran Provinsi Papua dan menolak penempatan militer yang berlebihan di Tanah Papua.

Ketua I KNPB Pusat, Warpo Warik Wetipo mengatakan KNPB Pusat bersama 23 pengurus wilayah dan empat konsulat KNPB menuntut pemerintah Indonesia untuk menggelar referendum sebagai pemenuhan hak penentuan nasib sendiri bagi orang Papua. “Segera berikan hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat sebagai jalan tengah dan solusi damai,” kata Warius Wetipo.

Wetipo meminta seluruh anggota KNPB dan rakyat West Papua untuk mengambil sikap tegas melawan semua sistem hegemoni kolonialisme Indonesia, dan menolak tawaran solusi selain referendum. “Apapun tawaran itu [merupakan] bentuk pembungkaman demokrasi, hukum dan hak asasi manusia, [dan merupakan] pengalihan isu kejahatan kemanusiaan di Papua,” ujar Wetipo.

Wetipo menyatakan kini pemerintah pusat menawarkan pemekaran Provinsi Papua. Ia menyatakan pemekaran Provinsi Papua itu didukung sejumlah elit politik di Papua, namun mengabaikan penderitaan rakyat Papua. “Rakyat punya tanggungjawab [untuk] mengadili aktor intelektualnya di pengadilan rakyat,” ujar Wetipo.

Loading...
;

KNPB juga menolak penempatan militer organik dan non organik yang berlebihan di Tanah Papua. “Militer kolonial Indonesia yang berlebihan telah dan akan terus mengganggu kenyamanan dan kedamaian masyarakat pribumi di tanah air Papua Barat,” kata Wetipo.

KNPB mendesak pemerintah Indonesia untuk segera membebaskan tahanan politik Papua Barat tanpa syarat. Wetipo menyatakan para tahanan politik dikenai tuduhan makar tanpa dasar. “Pasal makar yang [dipakai] menjeratnya tidak [akan] terbukti,” katanya.

Ketua KNPB Wilayah Yahukimo, Sengbert Bahabol mengatakan peringatan 1 Desember 2019 harus membangkitkan semangat para pemuda Papua untuk terus berjuang meraih kemerdekaan.“Kita adalah penentu kemerdekaan Papua. Tidak ada lagi urus organisasi di atas organisasi. Apa yang harus kita buat? Cukup kita saja yang menderita, jangan lagi anak-cucu kita atau generasi berikut kita menderita lagi,” kata Bahabol.

Ia juga mengajak seluruh warga Papua untuk berdiri diatas tanah sendiri, tanpa bergantung kepada Indonesia. “Artinya, [kita harus] berjuang untuk membangun sebuah negara dan tidak harus bergantung kepada negara Indonesia. Kita berjuang dan bangun negara sendiri, agar kita berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Bahabol.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top