HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

10 kursi DPRD jalur penunjukan, tim Pemkab Merauke dan LMA konsultasi ke DPRP

 

Sejumlah tokoh Marind saat berada di Kantor DPRD Merauke beberapa waktu lalu – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Tim dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke bersama Lembaga Masyarakat Adat (LMA) setempat berkonsultasi ke Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), terkait usulan tambahan 10 kursi DPRD Merauke melalui jalur penunjukan.

Seorang tokoh Marind-Buti, Hendrikus Hengky Ndiken, kepada sejumlah wartawan, Rabu (15/5/2019), mengatakan tim sudah berangkat sejak beberapa hari lalu dan sedang melakukan konsultasi di DPRP.

“Tim dari Pemkab Merauke lima orang, sedangkan  LMA juga lima orang,” ungkapnya.

Loading...
;

“Saya belum mendapatkan informasi terkait hasil konsultasi yang sedang berlangsung di DPRP sehubungan dengan regulasi pengangkatan orang asli Papua (OAP) melalui jalur penunjukan untuk DPRD Merauke,” katanya.

Hengky menjamin tak ada polemik ketika ada jawaban  positif dari DPRP jika usaha dan perjuangan itu dapat terus dilaksanakan.

“Bagi saya, semua orang akan memberikan dukungan. Karena mereka menginginkan adanya perwakilan orang asli Marind di lembaga legislatif,” ujarnya.

Anggota DPRD Merauke, Heribertus Silubun, menyarankan usulan penambahan 10 kursi yang dikhususkan kepada orang Marind, dibahas secara intens setelah pelantikan anggota dewan baru bulan Oktober mendatang.

“Memang saran saya agar dibentuk panitia khusus (pansus). Sehingga nantinya bekerja  membangun lobi ke DPRP, MRP ,maupun Bagian Hukum Setda Provinsi Papua,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top