Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

11.500 pemudik gunakan kapal Pelni

Suasana penumpang saat mudik menggunakan kapal Pelni di Pelabuhan Jayapura – Dok. Pelni Cabang Jayapura

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Naiknya harga tiket pesawat membuat pemudik Idul Fitri 2019 lebih memilih naik kapal Pelni. Bahkan 11.500 pemudik menggunakan kapal Pelni untuk balik ke Jayapura.

PT Pelayaran Nasional (Pelni) Cabang Jayapura mencatat total penumpang yang menggunakan jasa kapal Pelni selama seminggu mudik Idulfitri, 21-18 Mei 2019 dari Pelabuhan Jayapura sebanyak 11.500 orang.

Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional (Pelni) Cabang Jayapura, Hariyanto Sembiring, kepada Jubi mengatakan lebih 4.000 orang di antaranya adalah penumpang arus balik pada Senin, 10 Juni 2019 dengan dua kapal Pelni, KM Ciremai dengan kapasitas 1.500 penumpang dan KM Labobar dengan kapasitas 3.000 penumpang.

Loading...
;

“Meski dua kapal Pelni tersebut tiba di Pelabuhan Jayapura pada hari yang sama tidak ada kendala, penumpang yang berangkat pun masih dapat teratasi, dan harga harga tiket tetap tidak ada kenaikan,” katanya.

Ia memprediksi puncak arus balik lebaran 2019 adalah 22 Juni di mana  KM Gunung Dempo yang berkapasitas 1.500 orang yang terakhir melayani penumpang arus balik mudik ke Jayapura dan  diprediksi jumlah penumpang mencapai ribuan.

Ia mengakui masih ada kendala kesemerawutan penumpang saat kapal datang maupun pergi yang disebabkan keterbatasan tanggung jawab antara berbagai stakeholder seperti Pelni, Pelindo, KSOP, dan pihak terkait lainnya.

Ia mencontohkan layaknya di bandara siapa pun punya tanggung jawab masing-masing, seperti yang mengurus tiket, boarding, dan mengurus bagasi dengan tanggung jawab masing-masing.

“Jadi bukan hanya Pelni saja yang bertanggung jawab, namun masyarakat berasumsi bahwa Pelni yang bertanggung jawab kesemuanya, padahal itu disebabkan adanya batasan tupoksi masing-masing yang kami rasakan masih tidak jalan, makanya kesemerawutan itu seolah-olah tanggung jawab Pelni, “ ujarnya.

Kesemerawutan dirasakan ketika dua kapal langsung bersandar bersamaan, namun karena kesigapan stakeholder dua kapal itu dapat dilayani dengan baik.

“Kami langsung split dibagi menjadi dua gerbang di mana satunya menggunakan tambatan penumpang dan minta izin untuk menggunakan pelabuhan kapal barang, dan ini yang pertama kali terjadi,” ujarnya.

Sembiring mengapresiasi terkait dengan rencana pembangunan dermaga baru untuk kesiapan PON 2020 oleh Pelindo IV Cabang Jayapura, namun ada secercah harapan baru terkait perbaikan penumpang khususnya adanya embarkasi debarkasi di Pelabuhan Jayapura akan dapat berjalan optimal.

“Kami ingin adanya perubahan mendasar, pelabuhan Jayapura bisa menjadi barometer terbaik untuk menjadi pelabuhan tak hanya barang akan tetapi penumpang yang baik,” ujarnya.

Kepala Cabang Pelindo IV Jayapura, Hardin Hasjim, mengatakan bahwa momen liburan Idulfitri 2019 bukan hanya hari libur keagamaan lagi, namun juga terkait dengan liburan yang panjang.

Ini berdampak pada libur petugas juga, di mana dulu hanya liburan Idulfitri petugas bisa bergantian. Sedangkan tahun ini tidak bisa lagi karena banyak dari masyarakat yang libur panjang sehingga semua memilih liburan di kampung halaman.

“Kesempatan libur ini sebagai event libur panjang yang juga diikuti semua pihak, meski belum merekap jumlah penumpang dan arus barang kita masih memprediksi masih aman dan sepi, ini ditengarai dengan kapal barang belum banyak yang datang,” ujarny.

Sementara, pada bulan sebelumnya Badan Pusat Statistik Provinsi Papua merilis jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat pada April 2019 tercatat 8.043 orang. Sebanyak 6.858 orang dari Pelabuhan Jayapura dan 1.185 dari Pelabuhan Merauke.

“Terjadi penurunan jumlah penumpang berangkat sebesar 19,4 persen dibanding bulan sebelumnya,” ujar Kepala Seksi Statistik Niaga dan Jasa BPS Papua, Kartika Apriyanti, dalam rilis yang disampaikan di Jayapura.

Sementara itu, untuk jumlah penumpang yang datang dengan angkutan laut pada April 2019 juga mengalami penurunan sebesar 28,82 persen.

Tercatat sebanyak 7.658 orang penumpang yang datang di Papua, sebanyak 6.093 orang datang di Pelabuhan Jayapura dan 1.565 orang yang datang di Pelabuhan Merauke.

Terkait dengan kapal perintis, Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional (Pelni) Cabang Jayapura, Hariyanto Sembiring, mengakui penumpang yang menggunakan kapal perintis rute di dalam Papua hingga Papua Barat ternyata masih kurang diminati.

Kapal Perintis Sabuk 81, katanya, melayani Manokwari, Wasito, Nabire Serui, Waren, Tenba, Sarmi, dan Jayapura.

Sedangkan kapal perintis 58 dari rute BIak Bom, Napan, Nabire Serui, Waren Teba, dan Jayapura. Pengguna kapal ini kebanyakan adalah warga yang memang akan turun di pelabuhan-pelabuhan yang disinggahi di mana tak semua disinggahi oleh ‘kapal putih’.

“Kebanyakan kapal perintis ini mengangkut mahasiswa,” ujarnya.

Ia mengakui pada musim liburan 2019 tak banyak yang menggunakan kapal perintis karena hanya 88 penumpang dari 400 kapasitas.

“Penumpang 88 dari 400 seat dan 188 dari 257 seat yang digunakan untk mudit pada rute-rute tersebut,” katanya.

Namun ia memprediksi kapal perintis akan banyak dipakai pada bulan-bulan mendekati Natal dan Tahun baru oleh umat Kristiani dan mahasiswa yang ingin berlibur di kampung halamannya.

Menurut Hariyanto, tarif Pelni logistik disesuaikan dengan jarak dan perhitungan di mana dari Jakarta ke Jayapura Rp30 juta. Tarif ini terjadi karena tidak ada kargo muatan balik dari pelabuhan tujuan bongkar.

“Biasanya  mengangkut mobil, barang campuran, sembako, dan makanan beku dengan jumlah kontainer 200 teus tiap bulan, sayang karena kekosongan komoditas dari Pelabuhan Jayapura 99 persen kontainer kembali dalam keadaan kosong,” katanya. (*

Editor: Syofiardi

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top