Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

15 anak pengungsi Nduga yang lulus Ujian Nasional SMA tidak bisa berkuliah

Foto ilustrasi, anak usia sekolah dari Kabupaten Nduga, Papua, yang mengungsi di Kabupaten Jayawijaya belajar di sekolah darurat yang didirikan para relawan. – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sejumlah lima belas anak pengungsi konflik dari Kabupaten Nduga yang sempat belajar di sekolah darurat yang berada di Weneroma, Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Papua, tidak bisa melanjutkan pendidikan mereka. Padahal, 15 anak yang hidup dalam berbagai keterbatasan di lokasi pengungsiannya di Jayawijaya itu berhasil lulus Ujian Nasional tingkat SMA.

Hal itu disampaikan Arim Tabuni, salah satu relawan di pos pengungsi Nduga yang berada di Wamena, saat dihubungi melalui sambungan telepon di Wamena, Rabu (19/6/2019). “Mereka yang ikut ujian itu binggung sekarang. Mereka binggung mau melanjutkan pendidikannya ke mana,” kata Tabuni.

Baca juga Pemerintah dan DPRP terkesan melupakan nasib pengungsi Nduga

Pasca-pembunuhan para pekerja jalan trans Papua di Kabupaten Nduga pada 2 Desember 2018 lalu, terjadi konflik bensenjata berkepanjangan di Kabupaten Nduga. Pasukan gabungan TNI/Polri menggelar operasi gabungan mengejar kelompok Egianus Kogoy yang menyatakan bertanggungjawab atas pembunuhan itu.

Loading...
;

Situasi itu membuat puluhan ribu warga dari berbagai kampung di Nduga mengungsi ke sejumlah kabupaten terdekat, seperti Jayawijaya, Timika, dan Lanny Jaya. Di pengungsian mereka dengan berbagai ketebatasan, dan kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan dan pelayanan pendidikan.

Menurut Tabuni, berbagai keterbatasan di lokasi pengungsian membuat 15 anak yang telah lulus Ujian Nasional tingkat SMA itu kesulitan mendapatkan informasi untuk berkuliah. Selain itu, mereka juga tidak memiliki biaya untuk berkuliah. Di lokasi pengungsian, para pengungsi harus bertahan hidup dan mengandalkan bantuan makanan-minuman dari pihak lain.

Baca juga Tim investigasi Nduga : Puluhan ribu warga mengungsi akibat konflik bersenjata

“Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA dan lulus Ujian Nasional, mereka tidak bisa lagi melanjutkan pendidikan mereka. Mereka tinggal di lokasi pengungsian di Wamena, melarikan diri dari Nduga tanpa membawa uang. Ternak dan kebun yang menjadi sumber penghasilan keluarga mereka pun telah mereka tinggalkan,” kata Tabuni.

Flori Geon, aktivis Yayasan Teratai Hati Papua (YTHP) mengatakan pihaknya belum mengetahui kabar terbaru dari 15 anak pengungsi yang telah lulus Ujian Nasional itu. “Kalau ada dari mereka yang punya kemauan, bertemu langsung dengan kami, kami bisa memikirkan kemungkinan solusi bagi mereka. Akan tetapi, sampai sekarang belum ada dari mereka yang menemui kami,”ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Senin (17/06/2019).(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top