Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

16 SPBU di Kota Jayapura memilih tutup

Salah satu SPBU yang ditutup pasca demo di Kota Jayapura – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Aksi demonstrasi yang berujung anarkis, Kamis (29/8/2019) di Kota Jayapura mengakibatkan sebagian besar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Jayapura memilih tutup.

Tak hanya SPBU, penjual BBM eceran pun memilih tidak menjual bahan bakar jenis Premium, Pertalite dan Solar.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Marketing Operation Region (MOR) VIII PT Pertamina (Persero), Brasto Galih Nugroho kepada wartawan, Jumat (30/8/2019) mengatakan, pihaknya menutup sementara SPBU-SPBU yang ada di Kota Jayapura akibat aksi demo anarkis yang terjadi kemarin.

“Akibat dari situasi yang belum kondsusif, SPBU-SPBU di wilayah Kota Jayapura, Entrop, Abepura dan sekitarnya kami tutup sementara demi keamanan aset. Kami masih menunggu situasi kembali normal,” katanya.

Loading...
;

Untuk SPBU yang beroperasi, kata Brasto hanya di wilayah Kabupaten Jayapura.

“SPBU yang buka hanya ada di Sentani, Kabupaten Jayapura. Di Sentani masih buka karena lebih kondusif,” ujarnya.

Disinggung soal kenaikan harga BBM yang melonjak pasca demo, Brasto mengatakan, pendistribusian BBM dari terminal BBM saat ini masih dihentikan sementara dan pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak keamanan soal situasi terkini.

“Kami memiliki 17 SPBU yang terdiri dari 11 SPBU reguler, empat SPBU Kompak (non regular), dan dua PSBU nelayan. Dari 17 SPBU itu hanya satu saja yang buka, yaitu di Sentani. Ditutupnya SPBU ini juga karena ada dua SPBU yang dirusak oleh massa aksi yaitu di SPBU Kotaraja dan SPBU Entrop,” katanya.

Sementara, Marzuki satu diantara penjual BBM di daerah Jalan Baru, Abepura mengatakan dirinya memilih tidak menjual BBM karena takut digunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk hal yang tidak diinginkan.

“Kebakaran di sejumlah pertokoan prediksi saya karena massa menggunakan bensin yang dijual secara eceran. Kenapa saya bilang begitu karena saya melihat aksi pembakaran tersebut apinya cepat sekali menyulut. Ini kecurigaan saya, makanya saya tidak mau jual. Saya lebih baik mencegah,” katanya kepada Jubi.

Lain hal dengan Kota Sorong Papua Barat. Sales Executive Retail Papua Barat MOR VIII PT Pertamina (Persero), Arthur Kemal Pamungkas dalam rilis yang diterima Jubi mengatakan, pihaknya  berharap kondisi keamanan di Kota Sorong dapat senantiasa kondusif sehingga pelayanan BBM kepada konsumen dapat terus berjalan normal seperti saat ini. Pertamina memastikan stok BBM di Terminal BBM Sorong dalam kondisi baik dan aman.

“Semoga kondisi terus kondusif sehingga SPBU akan buka normal melayani masyarakat seperti biasa. Namun, kami terus memantau situasi,” ujarnya.

Kata Arthur, aparat keamanan turut mengawal penyaluran BBM dari Terminal BBM Sorong ke SPBU dan mengawal SPBU-SPBU di Kota Sorong.

“Di Kabupaten Fakfak, 1 SPBU regular dan 3 SPBU Kompak beroperasi dengan normal,” katanya. (*)

Editor : Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top