Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

18 unit kios di Pasar Hamadi disegel

Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru dan Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura Robert L. N. Awi mengecek kios di Pasar Hamadi -Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pemerintah Kota Jayapura menyegel 15 kios di Pasar Hamadi yang disewa pedagang. Penyegelan dilakukan saat penertiban pada Kamis, 03 Oktober 2019.

Penyegelan kios di lantai dua pasar yang dilakukan Pemkot Jayapura sebagai bentuk teguran kepada pedagang yang menunggak uang retribusi selama periode 2018. Segel akan dibuka sampai pelunasan tunggakan.

Penyegelan kios berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pengelolaan Pasar dan Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura, Robert L.N. Awi, mengatakan jumlah kios yang disegel 18 unit, di antaranya 15 kios karena tidak membayar retribusi selama 2018.

Loading...
;

“Tiga kios sudah resmi milik orang lain tapi masih dikuasai oleh pemilik lama, tapi yang tiga kios ini kami sudah ambil alih kepemilikannya,” ujarnya.

Dikatakan Awi, Dinas Perindagkop dan UKM sudah melayangkan tiga kali surat pemberitahuan, termasuk pemberitahuan penyegelan. Namun pedagang yang menunggak tak mengindahkan surat-surat tersebut.

“Kemungkinan besar 15 kios yang disegel ini akan diserahkan ke pemerintah, lebih baik disegel dan ambil alih lalu kami serahkan kepada orang lain yang lebih bertanggung jawab,” ujarnya.

Dikatakan Awi, yang menunggak rata-rata satu kios senilai Rp1 juta sampai Rp3 juta. Jika terus dibiarkan tentunya menambah tunggakan kepada pedagang yang menyewa kios.

“Saya tidak mengerti mereka menunggak karena apa, yang jelas mereka tidak melaksanakan kewajiban membayar retribusi, ini menghambat kami,” ujarnya.

Dengan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja dan aparat kepolisian, dikatakan Awi, selama penyegelan kios tidak ada penghalangan dari para pedagang.

“Tidak ada kendala selama penertiban karena pedagang kami kooperatif, kami juga akan melakukan penertiban di pasar tradisional lainnya, kalau menunggak pasti disegel,” ujarnya.

Awi berharap pedagang di Pasar Hamadi membayar retribusi tepat waktu karena pemerintah sudah memberikan keamanan, kenyamanan, ketertiban, dan kebersihan.

“Retribusi yang dibayarkan oleh pedagang nanti kembali juga kepada mereka berupa penataan pasar, saya berharap pedagang juga harus kooperatif membayar retribusi,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan sementara waktu dipasang garis polisi dan stiker sampai pemakai kios melunasi membayaran.

Diakui Rustan, Pasar Hamadi merupakan salah satu pasar tradisional yang berperan penting dalam memenuhi segala kebutuhan masyarakat, baik di kota maupun kabupaten di Papua.

“Sekian banyak pedagang dan pembeli, maka Pasar Hamadi harus tertib dalam segala hal, ada 372 kios, sewa kios masin-masing sesuai ukuran,” ujarnya.

Menurut Rustan, penyegelan kios yang disewa pedagang dilakukan agar seluruh pedagang di Pasar Hamadi membayar retribusi sehingga tidak ada pedagang yang merasa dikecewakan.

Rustan berharap instansi terkait terus melakukan sosialisasi, pendekatan, dan komunikasi dengan para pedagang, karena pemerintah hanya bersifat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ada hak dan kewajiban yang harus dijalankan pedagang, maka itu pedagang harus kooperatif, saya berharap penyegelan ini jangan terus terulang, selain melakukan penyegalan, kami juga melakukan sidak kebersihan, keamanan, dan jaringan listrik di Pasar Hamadi,” ujarnya.

Ikhsan, pedagang di lantai dua Pasar Hamadi yang kiosnya disegel mengatakan ikhlas melihat kios yang ditempatinya untuk berdagang disegel.

“Pasar sepi, jarang ada pembeli, apalagi di lantai dua, tahun ini semua pedagang pakaian dipindahkan ke lantai dua, semoga pembeli tambah ramai, bahkan ada pedagang yang telah berhenti berjualan karena pengunjung di lantai dua sepi,” ujarnya.

Ikhsan mengaku sebelumnya sudah mendapat surat pemberitahuan akan dilakukan penyegelan jika belum melunasi tunggakan.

“Mau bagaimana lagi, harus saya lunasi karena kalau tidak jualan saya tidak ada pemasukan uang, pemerintah sudah kasih kios untuk jualan, mau tidak mau harus saya bayar tunggakan saya. Kata Kepala Dinas, kios baru bisa dibuka setelah melunasi tunggakan,” katanya.

Pedagang lainnya, Irma, memberikan apresiasi atas penyegelan kios yang dilakukan Pemkot Jayapura, sebab menata pedagang agar semuanya membayar retribusi.

“Penyegelan ini ada bagusnya, berarti ada perhatian dari pemerintah, kios ini kan aset Pemerintah Kota Jayapura, jadi sangat pantas kalau tidak bayar retribusi dilakukan penyegelan,” katanya. (*)

Editor: Syofiardi

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top