2020, semua warga Kota Jayapura harus sudah teratur meminum obat pencegah kaki gajah

2020, semua warga Kota Jayapura harus sudah teratur meminum obat pencegah kaki gajah

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari. – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas Kesehatan Kota menargetkan pada 2020 semua warga Kota Jayapura, Papua sudah secara berkala meminum obat pencegah penyakit kaki gajah atau filariasis. Obat untuk mencegah kaki gajah itu harus diminum berkala satu kali setiap tahun.

Hal itu dinyatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antarijdi Jayapura, Jumat (12/4/2019). “Tahun ini merupakan tahun keempat kampanye pencegahan kaki gajah dengan meminum obat pencegahnya. Setiap tahun, kami menargetkan 100 ribu warga Kota Jayapura meminum obat pencegah kaki gajah,” kata Ni Nyoman.

Sejak digulirkannya program pencegahan kaki gajah (filariasis), Dinkes Kota Jayapura gencar mengampanyekan bahwa obat pencegah kaki gajah harus diminum secara berkala satu kali setiap tahun. Kampanye itu dianggap penting untuk mencegah kasus kaki gajah, karena orang yang terkena kaki gajah dapat menyebabkan cacat permanen.

“Penyebab kaki gajah adalah parasit nemtoda, dan parasit itu bisa ditularkan melalui gigitan nyamuk. Jadi, semua orang harus minum obat. Target kami tahun ini sasaran diatas 376.660 warga yang berusia 2 tahun hingga 70 tahun untuk minum obat kaki gajah. Jumlah itu merupakan 60 persen dari total jumlah penduduk Kota Jayapura yang kini mencapai 418 ribu jiwa,” jelas Ni Nyoman.

Guna memastikan masyarakat mendapatkan obat kaki gajah, Pemerintah Kota Jayapura menyediakan pelayanan yang akan memberikan obat pencegah kaki gajah. Obat pencegahan kaki gajah akan diberikan baik kepada warga yang sudah terkena parasit nemtoda, maupun warga yang belum terkena parasit nemtoda.

“Kami sasar langsung ke rumah warga. Kami juga mengadakan pengobatan massal. Bagi masyarakat yang belum mendapatkan obat, bisa menghubungi puskesmas terdekat, pemerintah menyediakan obat pencegah kaki gajah secara gratis,” jelas Ni Nyoman.

Ni Nyoman menyatakan pada 2018 masih terjadi 20 kasus kronis filariasi yang sudah ditangani 13 puskesmas di Kota Jayapura. “Sejumlah 20 kasus itu tersebar di Distrik Jayapura Selatan ada tujuh kasus, Distrik Muara Tami tiga kasus, dan sisanya ada di Distrik Heram dan Distrik Abepura. Semuanya sudah kami tangani,” ungkap Ni Nyoman.

Salah satu warga di Kelurahan Entrop, Simon Marani mengatakan, pada 2018 mendapat arahan dari puskesmas untuk datang mengambil obat pencegah kaki gajah.”Saya sudah minum, katanya hanya sekali setahun dan lakukan pencegahan sehingga tidak digigit nyamuk. Saya berharap Pemerintah Kota Jayapura gencar turun lapangan untuk mengontrol dan memberikan obat kepada masyarakat,” tutur Marani. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)