Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

26 calon taruna STMKG ikut tes kemampuan dasar

Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STMKG, Dr Munawar Ali (berdiri kedua dari kiri) dan Ketua Panitia Khusus Afirmasi Majelis Rakyat Papua, Edison Tanati (ketiga dari kiri) mengawasi jalannya tes kemampuan dasar calon taruna STMKG di Jayapura, Kamis (10/10/2019). – Jubi/Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sejumlah 26 calon taruna Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau STMKG yang mendaftar melalui jalur afirmasi orang Papua akan mengikuti tes kemampuan bidang di Jayapura pada Kamis (10/10/2019). Tes kemampuan bidang itu merupakan tes berbasis komputer, dan menjadi salah satu penentu untuk bisa bersekolah di STMKG.

Dosen dan Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STMKG, Dr Munawar Ali mengatakan ada 26 calon taruna STMKG yang berhak mengikuti tes kemampuan bidang. Mereka adalah para calon taruna yang diseleksi dari 58 pendaftar penerimaan calon taruna STMKG jalur afirmasi.

Menurut Munawar, peserta yang lulus tes kemampuan dasar berhak mengikuti tes wawancara dan tes kesehatan. “Kita harap mereka ini yang terbaik untuk membangun Papua. Kita akan lihat hasil-hasil tes itu untuk menentukan kelulusan,” ungkap Munawar saat mengawasi jalannya tes kemampuan bidang yang digelar di Kantor Badan Kepegawaian Negara, Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Kamis.

Ketua Panitia Khusus Afirmasi Majelis Rakyat Papua atau MRP, Edison Tanati mengatakan jalur afirmasi dalam penerimaan calon taruna STMKG mulai diterapkan pada tahun ini. Jalur afirmasi itu diperuntukkan terutama bagi orang asli Papua atau orang yang lahir di Papua, atau setidak-tidaknya mengikuti pendidikan menengah di Papua.

Loading...
;

Jalur afirmasi sekolah kedinasan diharapkan menambah jumlah aparatur sipil negara orang asli Papua dan warga Papua. “Tahun lalu kita dapat jatah afirmasi STPDN saja. Akan tetapi, tahun ini [juga ada dari] STMKG,” ungkap Tanati.

Tanati menyatakan 70 persen dari peserta tes jalur afirmasi dalam penerimaan calon taruna STMKG itu merupakan orang asli Papua, dan 30 persen sisanya adalah orang non-Papua yang lahir di Papua, atau mengikuti pendidikan menengah di Papua. Dari 26 calon taruna yang mengikuti tes kemampuan dasar, 24 orang diantaranya merupakan orang asli Papua.

“[Ada] dua orang yang non-Papua. Satu [orang] lahir di Papua,  dan satu lainnya lulus SMA di Papua. Kami mengacu kepada kuota masuk 70 persen [orang asli] Papua dan 30 persen non-Papua,” ungkap Tanati di sela-sela tes kemampuan dasar itu.

Tanati mengatakan para calon taruna yang lolos tes nantinya akan mengikuti pembekalan untuk mempersiapkan mereka mengikuti pendidikan STMKG di Jakarta. “[Mereka akan] digembleng selama tiga hari untuk mempersiapkan mentalnya,” ungkapnya.

Tanati berharap 26 calon taruna dari jalur afirmasi itu dapat berprestasi, agar membuka jalan bagi penerimaan calon taruna STMKG jalur afirmasi berikutnya. “[Mereka peserta tes jalur] afirmasi perdana. Tahun depan kita bisa dapat [kuota jalur afirmasi] 100 [kursi]. Akan tetapi, kuota tahun depan bergantung [keberhasilan] mereka [mengikuti] pendidikan,” kata Tanati.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top