HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

300 mahasiswa Papua di Makassar disatukan di Asrama Cenderawasih

Suasana Asrama Cendrawasih Papua, di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (20/8/2019) siang. -Gila Bomaibo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – Sejumlah 300 mahasiswa Papua yang berada di Makassar sejak Senin (19/8/2019) tengah malam telah disatukan dan berada di Asrama Cendrawasih Papua, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar, Sulawesi Selatan. Para mahasiswa Papua yang berada di asrama itu dalam keadaan aman, dan dikawal oleh polisi. Sejumlah lima mahasiswa yang terluka juga telah dirawat, dalam keadaan stabil, dan telah kembali ke asrama itu.

Hal itu disampaikan  Ketua Asrama Kamasan IV Cenderawasih Makassar, Anton Jikwa saat dihubungi Jubi melalui sambungan telepon di Makassar, Selasa (20/8/2019). Jikwa menjelaskan pada Senin malam polisi mengumpulkan mahasiswa Papua di berbagai asrama kabupaten yang ada di Makassar, dan mengantar mereka ke Asrama Kamasan IV Cenderawasih di Jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar, Sulawesi Selatan.

“Semua mahasiwa dijemput dan dikumpulkan di asrama pada Senin tengah malam. Kini, ada 300 mahasiswa Papua di dalam asrama. Kami dijaga oleh aparat keamanan dari TNI dan Polri. Kami dalam situasi aman. Dari Selasa pagi hingga siang, beberapa teman mahasiswa Papua lainnya juga menuju ke Asrama Cenderawasih untuk bergabung,” kata Jikwa.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengantisipasi lonjakan jumlah mahasiswa Papua yang berdiam di Asrama Cenderawasih itu dengan memberikan bantuan makanan dan minuman. Jikwa meminta Pemerintah Provinsi Papua bisa segera datang meninjau dan memberikan bantuan kepada para mahasiswa di sana. “Kami berharap Pemerintah Provinsi Papua juga bisa membantu kami, secepatnya,” ujar Jikwa.

Loading...
;

Pada Senin petang, sekitar 20 orang beratribut organisasi kemasyarakatan di Makassar mendatangi dan menyerang para penghuni Asrama Cenderawasih. “Mereka memaksa masuk ke dalam asrama, sehingga kami beradu mulut di depan asrama. Mereka akhirnya keluar, lalu melempari asrama dengan batu, merusak kaca dan pintu asrama. Kami akhirnya melawan dengan melempar balik batu-batu itu, karena rumah kami hancur,” kata Jikwa.

Polisi yang tiba di asrama mahasiswa pada pukul 19.00 WITA sempat kewalahan menghadapi massa penyerang asrama, dan mundur. Pada pukul 21.00 WITA, polisi kembali datang dengan jumlah pasukan yang lebih besar, dan bisa mengamankan asrama dari serangan itu.

“Setelah situasi aman, kami berkumpul di asrama, dan pada 22.15 WITA kami memeriksa keadaan asrama. Ternyata ada lima mahasiswa terluka. Termasuk saya yang terluka di bagian pergelangan kaki. Linggundi Wenda terkena anak panah di bagian perut. Natalis Were terkena lemparan batu di punggungnya, luka gores dan berdarah. Jendi Murib dan Wainus Giban yang mengalami luka dalam,” ujar Jikwa.

Polisi mengantar Linggundi Wenda yang terkena anak panah di perutnya ke rumah sakit. “Sementara kami, empat korban luka lainnya, masih bisa, jadi tidak berobat. Linggundi Wenda sekarang sudah pulang ke asrama,” lanjut Jikwa.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah pada Senin malam mendatangi Asrama Kamasan IV Cenderawasih Makassar, dan bertemu dengan para mahasiswa Papua. Kepada para mahasiswa, Nurdin menyatakan ia meminta maaf atas serangan terhadap asrama itu, dan menjamin keselamatan seluruh mahasiswa Papua di Sulawesi Selatan.

“Saya sesalkan kejadian ini. Maafkan kami semua. Insya Allah pemerintah dan pihak keamanan, Pak Kapolda, Kapolrestabes, akan jamin keamanan sekarang dan seterusnya,” tegas Nurdin pada Senin malam.

Nurdin berharap seluruh warga dan mahasiswa Papua di Sulawesi Selatan tetap tinggal di rumah dan asrama, dan akan dijaga ketat oleh pihak keamanan.”Tetap tinggal di sini, kita akan jaga sepenuhnya. Asrama-asrama mahasiswa yang lain juga kita jaga. Tidak usah tinggalkan asrama, saya yakin pihak keamanan akan menjaga sambil kita menenangkan teman-teman yang lain, supaya kejadian ini tidak terulang lagi,” pesannya.

Nurdin Abdullah berjanji, akan menyelesaikan semua kerusakan di Asrama Mahasiswa Papua, akibat insiden tersebut. Ia juga berharap agar semua warga dan mahasiswa Papua di Sulsel tetap tenang.”Saya berharap semua bisa tenang, karena kejadian ini pasti akan reda. Kita sesalkan bersama insiden ini. Karena itu, apa yang terjadi malam ini, termasuk kerusakan, besok kita akan selesaikan semua,” tegasnya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top