Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

4000 lebih ASN Papua tak hadir di apel pertama 

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Papua, Muhammad Musa’ad (tengah), saat berbincang dengan Kepala Dinas Pertanian, Semuel Siriwa, dan Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri, Suzana Wanggai – Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sebanyak 4000 lebih Aparatur Sipil Negara atau ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Papua tidak hadir di hari pertama pelaksanaan apel gabungan usai libur panjang Natal 2019 dan Tahun baru 2020.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Papua, Muhammad Musa’ad, mengatakan dari laporan yang didapat, di hari pertama masuk kantor yang didahului dengan apel gabungan hanya dihadiri 3.100 pegawai dari jumlah keseluruhan pegawai yang ada sebanyak 7000 lebih.

“Ini berarti masih banyak pegawai yang belum mau berubah, tidak tahu tunggu tahun berapa baru mereka mau berubah menjadi lebih baik. Bagi yang hadir atas nama Gubernur, saya sampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi, karena memiliki komitmen ingin melakukan perubahan,” kata Musa’ad di Jayapura, Senin (6/1/2020).

Menanggapi itu, dirinya mengimbau kepada seluruh ASN untuk melaksanakan tiga hal pokok yakni, memberikan pelayanan kepada masyarakat, membangun Papua untuk maju bangkit, mandiri dan sejahtera secara berkeadilan, dan memberdayakan masyarakat agar bisa menghidupi kehidupannya tanpa bergantung pada pihak lain.

“Setiap tahun kita sudah merayakan dengan sukacita. Untuk itu, di tahun ini harus lebih semangat dan optimistis dalam melaksanakan tugas sebagai aparatur negara. Artinya, 2020 harus lebih baik dari 2019,” katanya dengan tegas.

Pada kesempatan itu juga, Musa’ad menyampaikan terima kasih kepada pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah menyelesaikan administrasi pelaksanaan program kegiatan dan anggaran tahun 2019.

Loading...
;

“Biasa akhir tahun tugas berat bagi pimpinan OPD, syukur bisa berjalan baik meskipun masih ada yang harus menyelesaikan dalam beberapa waktu ini, tetapi sebagian besar sudah bisa menyelesaikan tanggung jawabnya,” ujarnya.

Meskipun demikian, ujar ia, tanggung jawab sebagai pimpinan OPD belum selesai sampai di sini, karena fakta-fakta lainnya juga masih harus dipersiapkan untuk dipertanggungjawabkan.

“Jadi saya minta apa yang sudah dilaporkan agar menyiapkan bukti-bukti karena di akhir Januari 2020 sudah ada pemeriksaan pendahuluan dari BPK, sehingga harus dipersiapkan sebelum adanya pemeriksaan,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen, mengatakan ASN yang terlambat masuk kantor atau menambah waktu libur tanpa sepengetahuan pimpinan akan mendapat sanksi.

Dosinaen menyatakan hal itu sesuai dengan Surat Kepurusan Gubernur Papua Nomor 188.4/489/Tahun 2018.

“Setiap pegawai negeri wajib patuh dan jalani aturan yang sudah ditetapkan pimpinan,” kata Hery Dosinaen. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top