HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

6 komisioner KPU Papua jadi tersangka dugaan pengalihan suara

Logo KPU – Jubi/Dok.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sejumlah enam komisioner Komisi Pemilihan Umum atau KPU Papua menjadi tersangka dugaan pengalihan suara. Penetapan tersangka itu terjadi setelah putusan Badan Pengawas Pemilhan Umum atau Bawaslu Provinsi Papua tertanggal 1 Juli 2019 yang menyatakan keenam anggota KPU Papua terbukti melakukan pelanggaran administrasi dalam rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Umum 2019.

Sejumlah enam komisioner KPU Papua yang ditetapkan menjadi tersangka itu adalah Ketua KPU Papua Theodorus Kossay, Diana Dorthea Simbiak, Zandra Mambrasar, Zufri Abubakar, Fransiskus Antonius Letsoin, dan Melkianus Kambu. Pada Senin (8/7/2019), Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Papua menerbitkan surat panggilan kepada keenam komisioner itu untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengalihan suara yang dilaporkan calon anggota legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Papua dari Partai Gerindra, Ronald E  Engko.

Kenam komisioner dipanggil untuk menghadap penyidik pada Rabu (10/7/2019). Surat panggilan bagi keenam komisioner KPU Papua itu ditandatangani oleh Kasubdit I Kamneg, Ajun Komisaris Besar Steven T Tauran. Hingga berita ini diturukan, belum diperoleh keterangan dari Kepolisian Daerah Papua atas penetapan tersangka keenam komisioner KPU Papua itu.

Salah satu komisioner yang ditetapkan menjadi tersangka, Zandra Mambrasar membenarkan jika ia bersama lima komisioner KPU Papua lainnya telah ditetapkan menjadi tersangka dalam perkara yang diadukan Ronald E  Engko. Mambrasar merasa ganjil dirinya dan lima komisioner KPU Papua ditetapkan menjadi tersangka, karena proses pengalihan perolehan suara Engko diduga terjadi dalam rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Umum 2019 di tingkat Kota Jayapura.

Loading...
;

“Yang disengketakan Ronald Engko adalah [perubahan hasil] rekapitulasi perolehan suara di Distrik Heram, Distrik Jayapura Selatan, dan Distrik Jayapura Utara. Itu [seharusnya] KPU Kota Jayapura yang harus bertanggungjawab. Akan tetapi, saya tidak mengerti [pertimbangan putusan] Bawaslu. KPU Papua sudah dilaporkan dalam perkara dugaan pelanggaran administrasi, dan tidak terbukti [para komisioner KPU Papua] melakukan perubahan,” kata Mambrasar.

Mambrasar menyatakan sengketa yang diadukan Ronald E Engko adalah formulir DB1 [yang dibuat] KPUKota Jayapura. “Akan tetapi, [justru] KPU Provinsi [yang diadukan]. Putusan Bawaslu [itu adalah] pelanggaran administrasi. Kami tidak terbukti [mengalihkan suara], dan KPU RI diminta memberi teguran kepada KPU Papua. Akan tetapi, Ronald Engko melaporkan kasus itu ke Gakumdu Papua, dan status [kami sudah menjadi] tersangka itu sejak kemarin,” kata Mambrasar.

Yusman Conoras selaku kuasa hukum Ronald E  Engko dalam pengaduan ke Bawaslu Provinsi Papua menyatakan pada 1 Juli 2019 Bawaslu Provinsi Papua telah membacakan putusan atas perkara yang diadukan kliennya. “Bawaslu Provinsi Papua menyatakan komisioner KPU selaku terlapor terbukti melakukan pelanggaran, yaitu tidak teliti dan tidak cermat sehingga mengakibatkan adanya dua versi DB1 Kota Jayapura dalam rekapitulasi penghitungan perolehan suara pemilihan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua,” kata Conoras saat dihubungi Rabu (10/7/2019).

Conoras menyatakan perkara itu berawal dari rapat pleno KPU Papua di Hotel Grand Abe, Kota Jayapura, yang melakukan rekapitulasi perolehan suara tingkat provinsi. “Dalam DC1 yang ditetapkan KPU Papua, perolehan suara Ronald Engko hanya 5.914 suara. Padahal dalam DB1 Kota Jayapura versi pertama, perolehan suara Ronald Engko adalah 13.106 suara,” kata Conoras.

Belakangan, Ronald Engko baru mengetahui bahwa ternyata ada dua versi DB 1 Kota Jayapura. “DB1 versi kedua yang menyatakan Ronald Engko hanya meraih 5.914 suara. DB1 versi kedua itu yang merugikan Ronald Engko, namun DB1 versi kedua itulah yang direkapitulasi dalam pleno KPU Papua,” Conoras.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top