HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

80 ASN di Papua ikut diklat kepemimpinan 

Para peserta diklat kepemimpinan III dan IV tahun 2019 – Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sebanyak 80 Aparatur Sipil Negara atau ASN sejumlah pemerintah kabupaten dan Pemerintah Provinsi Papua mengikuti Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat Kepemimpinan III dan IV tahun 2019 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kotaraja, Kota Jayapura, Selasa (13/8/2019). Diklat itu diharapkan meningkatkan kompetensi para ASN dalam mempercepat pembangunan SDM di Papua.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Anny Rumbiak saat membuka Diklat Kepemimpinan 2019, Selasa. “Pendidikan dan pelatihan merupakan salah satu bentuk pembinaan kepada setiap Pegawai Nageri Sipil. Untuk itu, peningkatan sumber daya manusia menjadi program unggulan,” kata Rumbiak.

Dari 80 ANS yang mengikuti Diklat Kepemimpinan itu, 40 diantaranya mengikuti Diklat Kepemimpinan III. Mereka adalah ASN dari Pemerintah Kabupaten Jayapura (10 orang), Lanny Jaya (9 orang), Mamberamo Raya (6 orang),  Nduga (6 orang),  Yalimo (2 orang),  Paniai (1 orang), Keerom (1 orang), Boven Digoel (1 orang), dan empat orang ASN dari Pemerintah Provinsi Papua.

Diklat kepemimpinan IV juga diikuti 40 ASN. Mereka adalah ASN dari Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya (18 orang), Nduga (11 orang), Yahukimo (10 orang), dan Dogiyai (1 orang).

Loading...
;

Rumbiak menjelaskan program peningkatan sumber daya manusi atau SDM mempunyai nilai strategis, karena faktor manusia merupakan penentu keberhasilan pelaksaan program pemerintah daerah di Papua. Para ASN peserta Diklat Kepemimpinan itu diharapkan akan mampu memberikan kontribusi yang besar dan luas dalam peningkatan kualitas SDM di Papua.

“[Peningkatan SDM di Papua] bukanlah pekerjaan sederhana. [Itu] membutuhkan upaya yang konkrit, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung, upaya yang bersifat administratif maupun bersifat aksi dari seluruh penyelenggara pemerintah. [Para peserta diklat] itu merupakan penentu penyelenggaraan pemerintahan dilapangan,” ujar Rumbiak.

Menurut ia, ASN yang menduduki jabatan administrator dan jabatan pengawas dalam pemerintahan perlu dibekali seperangkat ilmu pengetahuan, keterampilan serta sikap yang diharapkan nanti akan mampu mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Pembekalan dalam Diklat Kepemimpinan dititik beratkan kepada penbentukan sikap dan mental agar berdisiplin tinggi, berkomitmen untuk melayani kepentingan masyarakat, serta bersikap yang handal dan profesional.

“Diklat kepemimpinan yang dilaksanakan mulai hari ini mempunyai nilai yang strategis. Diklat bertujuan membentuk sikap dan peningkatan kompetensi serta profesionalisme aparatur pemerintahan,” kata Anny.

Ketua Panitia Diklat Kepemimpinan III dan IV, Yohanna Nap menjelaskan tujuan pendidikan dan pelatihan adalah untuk membentuk kompetensi kepemimpinan pejabat pengawas. Para peserta diklat itu diproyeksikan  berperan dalam melaksanakan tugas dan fungsi kepemerintahan di instansi masing-masing.

“Diklat akan berlangsung sampai 23 November 2019. Diklat itu memiliki tenaga pengajar dari Kodam XVII Cenderawasih, Korem 172/PWY, Kejaksaan Tinggi Papua, Kantor Regional IX Badan Kepegawaian Nasional Jayapura dan Badan Narkotika Nasional Wilayah Papua,” katanya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top