Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Abaikan keselamatan, jalan lingkar jadi lokasi swafoto

Para pengguna jalan ring road (jalan lingkar) saat menepi hanya untuk melakukan swafoto atapun mengambil foto panorama disekitarnya – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Jalur lingkar yang diresmikan Gubernur Lukas Enembe Agustus lalu menjadi daya tarik baru bagi masyarakat. Jalur lingkar yang terbentang sepanjang 2,7 kilometer dari pantai Hamadi  ke arah Wihara, Skyland banyak dijadikan lokasi swafoto oleh masyarakat.

Sejatinya, jalur lingkar ini dibangun untuk mengatasi kepadatan kendaraan yang tinggi di pusat Kota Jayapura. Sebelum adanya jalur lingkar para pengendara antar kota (Jayapura dan Abepura) harus melewati Entrop.

Namun pemandangan yang elok membuat banyak warga datang untuk mengabadikan gambar. Kondisi ini membuat jalan lingkar justru dipenuhi kendaraan yang parkir secara liar. Bukanya mengurai macet malah akan berpotensi kecelakaan lalulintas di daerah tersebut.

Salah seorang warga Kota Jayapura, John Wanane menyayangkan perilaku masyarakat yang tak mengindahkan rambu-rambu lalu lintas di sepanjang jalan lingkar.

Loading...
;

“Saya bisa katakan ini adalah perilaku tidak baik. Ada instrumen soal rambu lalu lintas yang sudah jelas-jelas terpampang di sepanjang jalan tersebut, namun instrument tersebut tidak diindahkan,” kata John Wanane.

Kata John, sejak dioperasionalkannya jalur lingkar, parkir liar justru semakin marak. Puluhan kendaraan masih nampak terparkir di bahu jalan sisi utara maupun selatan. Padahal,  jalan masuk dan keluar jalur lingkar dibuka dan banyak kendaraan lalu lalang.

“Sejak dibuka sudah begini, tapi saya lihat belum ada tindakan nyata dari pemerintah Kota maupun aparat kepolisian untuk menertibkan hal ini. Mungkin tunggu ada kecelakaan dulu baru ditertibkan ka? Saya sendiri tidak tau. Bahkan, kalau malam hari banyak yang duduk membentuk lingkaran untuk mabuk di situ,” ujarnya.

Jalur lingkar dibangun menggunakan APBN dan APBD Provinsi Papua sebesar Rp1,018 trilun. Pembangunan dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama pengerjaan dari Pantai Hamadi ke arah Wihara, Skyland sepanjang 2,7 Km dikerjakan oleh PUPR Papua dengan anggaran sebesar Rp783.916.885.000,- dan dari arah Wihara ke Pantai Hamadi dikerjakan menggunakan biaya APBD sepanjang 0,57 KM dengan anggaran Rp 234.986.120.000.

Pembangunan ini dimulai sejak 2010, namun karena terkendala pembebasan lahan sehingga pembanguan baru selesai di 2019.

Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru meminta masyarakat untuk tak memadati jalur lingkar karena berpotensi membayahayakan keselamatan.

“Yang tidak berkepentingan jangan berada disitu (jalur lingkar). Karena keberadaan Ring Road bukan untuk rekreasi dan tempat bersantai. Ring Road ini hampir sama dengan jalan Tol, kendaraan yang melintas semua dengan kecepatan tinggi. Ini kita menghindari hal hal yang tidak diinginkan, jadi jangan lagi ada mobil yang parkir di pinggir,” kata Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru. (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top