Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Aceh berpotensi hujan es

Hujan salju, pixabay.com

Turunnya hujan es disertai angin kencang di provinsi yang terletak di ujung Utara Sumatera ini merupakan salah satu fenomena hidrometeorologi biasa

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Banda Aceh, Jubi – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan agar masyarakat mewaspadai potensi hujan batu es yang merupakan dampak dari cuaca ekstrem dalam dua pekan terakhir.

“Cuaca saat ini berpotensi kuat terjadi hujan es, seperti beberapa bulan lalu di Aceh,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh, Zakaria Ahmad, Jumat, (28/6/2019).

Baca juga ::  BMKG: Penerbangan di pegunungan tengah Papua berpotensi terganggu cuaca

Loading...
;

BMKG imbau warga Nabire waspada angin kencang-hujan lebat

BMKG Papua bantah soal isu Tsunami, ini penjelasannya

Turunnya hujan es disertai angin kencang di provinsi yang terletak di ujung Utara Sumatera ini merupakan salah satu fenomena hidrometeorologi biasa, dan kemungkinan akan terjadi setelah memenuhi beberapa syarat.

Menurut Zakaria, syarat utama munculnya hujan es yakni hadirnya awan-awan konvektif atau awan hujan tumbuh di dalam awan Cumulonimbus (Cb) berada di lapisan atmosfer. “Lalu memiliki dasar awan yang sangat rendah, dan terakhir bila massa udara di bawah permukaan awan memiliki suhu yang sangat dingin,” kata Zakaria menambahkan.

Hujan es yang turun dari awan Cb menuju ke bumi tersebut lazimnya berbentuk kristal-kristal berukuran kecil atau mirip batu es kecil, akibat uap air yang terkumpul ketika berada di awan Cb pada lapisan atmosfer.

“Tentu jika tiga syarat itu, sudah terpenuhi. Maka besar kemungkinan hujan turun berbentuk seperti butiran es, setelah uap air tersebut berada di awan Comulonimbus, ” katanya.

Baca juga : BBMKG Jayapura: Waspadai bencana hidrometeorologi

BBMKG: Gempa Jayapura tidak berpotensi tsunami

Hujan es atau sering disebut bencana hidrometeorologi itu merupakan peristiwa alam akibat terjadi perubahan faktor cuaca. BMKG mengimbau masyarakat di Aceh agar tidak mengaitkan dengan hal-hal yang bersifat mistis.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan, peristiwa hujan batu es disertai angin kencang mengakibatkan enam rumah rumah telah menerjang satu gampong  atau desa, yakni Lhok Keutapang di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh pada bulan maret sekitar pukul 15.00 WIB.

“Di antaranya dua rusak berat, dua rusak ringan, dan dua lagi rusak ringan,” kata Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Ahmad Dadek.

Keenam unit rumah yang rusak tersebut merupakan milik masyarakat di Dusun Geunie, Gampong Lhok Keutapang. “Sebanyak enam keluarga dengan total 15 jiwa menempati rumah tersebut menjadi korban terdampak akibat kedua peristiwa fenomena alam yang cukup jarang terjadi di Aceh,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top