Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ada dugaan intimidasi Brimob di kantor LP3BH

Oknum anggota Brimob di Papua Barat saat melakukan pengamanan disekitar kantor LP3BH. Manokwari terkait rencana aksi demo. LP3BH Manokwari merasa diintimidasi. (Jubi/Dokumentasi LP3BH Manokwari).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Kapolda Papua Barat dan Kapolres Manokwari diduga mengintimidasi Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) di Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional Ke-71, Selasa (10/2/2019).

Dugaan ini muncul setelah kurang lebih 15 anggota Brimob BKO Polda Maluku menduduki kantor LP3BH Manokwari dengan senjata lengkap. Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy dalam rilis yang diterima Jubi mengatakan, alasan yang disampaikan Brimob adalah untuk menjaga keamanan.

“Menurut informasi dari staf saya, mereka (Brimob) telah ada di kantor LP3BH sejak jam 06:00 WP dengan alasan menjaga keamanan kawasan Jalan Gunung Salju. Apakah tidak ada tempat lain?” ujar Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy dalam siaran persnya kepada wartawan di Manokwari.

Warinussy berujar, saat itu dirinya masih berada di Sorong dalam rencana perjalanan kembali ke Manokwari. Dia sempat menelpon Ketua Badan Pengurus LP3BH, Agus Sumule untuk memastikan apakah benar ada lebih dari 10 orang anggota Brimob membawa senjata di teras kantor LP3BH.

“Pak Chris, mereka itu Brimob Maluku, katanya mereka dapat informasi intelijen bahwa hari ini (Selasa, 10/12) ada rencana aksi massa dalam jumlah besar akan turun jalan, dan salah satu titik sasaran aksi ke kantor LP3BH, maka mereka datang berjaga-jaga”, ujar Warinussy mengutip pernyataan Sumule.

Loading...
;

Sementara Kapolda Papua Barat, Brigjen Herry Rudolf Nahak, menepis pernyataan Warinussy tentang dugaan intimidasi oknum anggota Brimob di kantor LP3BH Manokwari. Ia berdalih anggota hanya melakukan pengamanan disekitar lokasi tersebut, mengingat adanya informasi tentang rencana aksi dengan tujuan kantor LP3BH.

“Kehadiran Polisi di satu tempat untuk mengamankan, bukan intimidasi. Kalau orang merasa diintimidasi dengan kehadiran Polisi, berarti dia diduga bermasalah. Kenapa mesti takut, kalau dia tidak salah,” kata Kapolda Nahak kepada Jubi melalui telepon selulernya. (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top