Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ada kepala kampung yang belum paham pentingnya kesehatan

Kepala Puskesmas Dosay Kabupaten Jayapura, Matilda Sorontou – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Kepala Puskesmas Dosay, Kabupaten Jayapura, Matilda Sorontou, menilai ada kepala kampung yang belum memahami pentingnya kesehatan dalam masyarakat dan menjaga warganya supaya sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

“Yang mengerti kesehatan ya pasti kampungnya sehat, dia berjuang untuk membuat (SPBM) sendiri, jadi dalam satu kampung itu MCK umumnya tidak hanya satu dan tidak di satu tempat tapi masing-masing harus ada,” jelas Matilda kepada Jubi di ruang kerjanya di Sentani, Rabu (18/9/2019).

Ia juga menjelaskan sekarang setiap masyarakat memiliki MCK masing-masing di setiap tempat mereka tinggal.

“Setiap kampung itu sudah ada WC sendiri. Ada kampoung yang belum mengerti dan ada kampung yang sudah mengerti pentingnya kesehatan itu sehingga mereka terapkan hidup sehat itu di kalangan masyarakat,” katanya.

Loading...
;

Matilda mengatakan masih ada kepala kampung yang tidak memikirkan hal-hal kepentingan umum bagi masyarakatnya di kampung tersebut.

“Saya mau para kepala kampung itu mengerti tentang kesehatan supaya mereka itu mandiri dalam hal makan, kebersihan lingkungan hidup, dan betul-betul mandiri sebab puskesmas ini bukan tempat sakit tapi tempat sehat,” katanya.

Puskesmas, kata Matilda, tidak hanya melayani orang yang sakit namun perlu kesadaran dalam hidup bagi masyarakat.

“Jika dalam keluarga itu sehat, kampung sehat, kabupaten sehat, provinsi sehat, dan pusat pun sehat, jadi kesehatan itu harus dimulai dari keluarga dulu. Jika kampung tidak mendukung apa yang kami lakukan berarti sama saja,” ungkapnya.

Terpisah, seorang warga Kampung Sabron Sari, Elias Kogoya, mengatakan sehat dan tidak sehat itu tergantung kepada pribadi masyarakat masing-masing.

“Contoh kecil itu seperti sampah itu dibuang di mana? Di setiap rumah itu ada kamar mandi kah tidak? Atau langsung ke kali, semua itu yang bikin penyakit banyak sampah mencret-mencret,” kata bapak tiga anak ini.

Kogoya menambahkan untuk sehat itu jangan tunggu respons dari petugas kesehatan, tapi dilakukan apa yang bisa dilakukan.

“Memannya harus ada arahan dari puskesmas dan dinas terkait, kalian bikin toilet di sini, bikin kamar mandi sendiri, tidak to, itu tanggung jawab masing-masing dan mereka datang hanya pantau dan lihat mana yang masih kurang dan tidak cocok, itu saja,” ucap Elias Kogoya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top