Adriana Elisabeth: Pater Neles selalu yakin dialog damai Papua akan terjadi

Adriana Elisabeth: Pater Neles selalu yakin dialog damai Papua akan terjadi

Pater Dr. Neles Tebay memberikan komuni kepada umat di Paroki Waghete, Deiyai –
Jubi/Abeth You

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Anggota Tim Kajian Papua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Dr Adriana Elisabeth MSoc Sc menyebut kepergian Pater Neles Kebadabi Tebay yang berpulang di Rumah Sakit St Carolus, Jakarta, pada Minggu (14/4/2019) sebuah kehilangan besar bagi Papua dan Indonesia. Meskipun peranan Pastor Neles K Tebay membangun dialog Jakarta – Papua sulit tergantikan, Adriana mengajak semua pihak mengingat bagaimana Pater Neles Tebay selalu merawat keyakinan semua pemangku kepentingan bahwa dialog damai Papua akan terwujud.

“Pastor Neles K Tebay adalah seorang intelektual Papua yang konsisten memperjuangkan dialog Jakarta – Papua untuk menyelesaikan masala Papua. Peran Pastor Neles Tebay dalam Jaringan Damai Papua sulit tergantikan. Akan tetapi, kita harus mengenang bagaimana Pater Neles Tebay selalu merawat keyakinan semua pemangku kepentingan, bahwa suatu saat nanti dialog antara Jakarta dan Papua akan terwujud,” kata Adriana saat dihubungi di Jakarta, Minggu.

Adriana selalu menempatkan Pastor Neles K Tebay sebagai seorang intelektual. Ketika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meluncurkan dokumen Papua Road Map (2008, almarhum Muridan S. Widjojo, Adriana Elisabeth, Amirudin Al-Rahab, Cahyo Pamungkas dan Rosita Dewi) yang menawarkan gagasan dialog Jakarta – Papua untuk menyelesaikan masalah Papua, Pastor Neles Tebay meresponnya dengan menulis buku ‘Dialog Jakarta-Papua: Sebuah Perspektif Papua’.

“Pastor Neles Tebay menyampaikan pandangannya sendiri yang sangat berharga untuk mematangkan konsep dialog Jakarta – Papua sebagai upaya menciptakan perdamaian di Papua. Beliau seorang pemikir yang cemerlang, penulis yang sangat bagus, dan tokoh yang dipercaya oleh berbagai pemangku kepentingan di Jakarta maupun Papua,” kata Adriana.

Kematangannya sebagai seorang intelektual juga membuat Pastor Neles Tebay yang juga seorang dosen STF Fajar Timur itu tidak pernah bersikap reaktif terhadap segala perkembangan politik menyangkut masalah Papua. “Yang selalu istimewa dari seorang Pastor Neles Tebay adalah kemauannya untuk mendengarkan pandangan orang lain. Pastor Neles Tebay lebih banyak diam dan mendengarkan berbagai pandangan itu, lalu mengkajinya. Namun setelah beliau memutuskan pandangannya sendiri, ia akan selalu teguh mempertahankan pandangannya itu,” kata Adriana.

Pastor Neles Tebay juga selalu sabar menghadapi sikap elit politik di Jakarta yang tidak melihat dialog sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah Papua. “Dalam Jaringan Damai Papua atau JDP, awalnya Pater Neles berperan untuk membumikan gagasan dialog kepada semua pemangku kepentingan di Papua. Dalam perkembangannya, Pater Neles menyadari bahwa yang sulit diajak berdialog adalah elit politik di Jakarta. Tanpa keraguan, Pater Neles terus mencoba meyakinkan para pemangku kepentingan di Jakarta, bahwa dialog adalah jalan untuk menyelesaikan  masalah Papua,” ujar Adriana.

Adriana mencontohkan, ketika Presiden Joko Widodo menggagas dialog sektoral untuk mulai mengurai masalah Papua pada 2017, Presiden menunjuk Pastor Neles Tebay dan sejumlah pejabat di Jakarta untuk menjalankan proses dialog itu. Pastor Neles Tebay menyanggupi dengan sebuah syarat, bahwa Presiden harus menerbitkan surat mandat baginya untuk menjalankan proses itu.

“Beliau meyakini, bahwa untuk dapat menjalankan perintah Presiden itu, beliau harus memegang mandat dari Presiden. Ketika surat mandat itu tidak diterbitkan, beliau bersabar menunggu. Ketika banyak pihak mempertanyakan kenapa beliau tidak melanjutkan proses membangun dialog sektoral, Pastor Neles Tebay menjawab dengan tenang, bahwa tanpa surat mandat beliau tidak memiliki dasar untuk bekerja. Beliau sudah memutuskan begitu, dan beliau teguh dengan keputusan itu,” kata Adriana.

Meskipun begitu, Pastor Neles Tebay terus merangkul para pemangku kepentingan di Papua untuk terus melanjutkan proses menuju dialog Jakarta-Papua. “Keistimewaan utama Pastor Neles Tebay adalah keberadaannya sebagai sosok yang dihormati dan dipercaya oleh banyak pemangku kepentingan di Papua. Beliau tidak pernah lelah mengajak anak-anak muda Papua untuk turut memperjuangkan dialog sebagai jalan untuk menyelesaikan masalah Papua.”

Adriana mengakui, kepergian Pastor Neles Tebay sebuah kehilangan besar bagi Papua maupun Indonesia. Akan tetapi, Adriana kembali mengajak semua pihak untuk mengenang bagaimana seorang Pastor Neles Tebay tidak pernah berhenti mempercayai dialog Jakarta-Papua pasti akan terjadi. Konsistensi itulah yang membuat Pastor Neles Tebay mendapat pengakuan dari berbagai kalangan internasional, dan mengantarnya meraih penghargaan Tji Hak Soon  untuk Keadilan dan Perdamaian yang diberikan di Seoul, Korea Selatan, pada 2013.

“Semua pihak yang terlibat dalam Jaringan Damai Papua pernah kelelahan dan ingin menyerah. Dalam saat-saat seperti itu, Pastor Neles Tebay selalu menyatakan lagi keyakinannya bahwa dialog Jakarta-Papua pasti akan terjadi. Kegigihan dan konsistensi Pastor Neles Tebay membuat banyak pemangku kepentingan dalam Jaringan Damai Papua tetap berusaha bekerja di tengah keraguan dari banyak pihak,” kata Adriana.

Secara terpisah Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Warinussy menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya Pater Dr Neles Kebadabi Tebay. Warinussy menyebut Pater Neles sebagai sosok pimpinan gerakan kemanusiaan yang selalu mencita-citakan kedamaian di atas Tanah Papua.

“Pater Neles Tebay senantiasa mencita-citakan Tanah Papua sebagai zona damai melalui pendekatan dialog Jakarta-Papua. (Pater Neles Tebay selalu percaya dialog) mampu mempertemukan semua pihak utk mencari solusi damai atas konflik sosial-politik yang berkepanjangan sepanjang lebih dari 50 tahun semenjak 1 Mei 1963 hingga saat ini,” tulis Warinussy dalam pesan singkatnya kepada Jubi, Minggu.

Warinussy juga menyebut bagaimana Pastor Neles Tebay terus berupaya meyakinkan berbagai pemangku kepentingan di Jakarta dan Papua tentang pentingnya dialog Jakarta-Papua. “Pater Neles sesungguhnya telah ditunjuk sebagai tokoh kunci dialog Papua-Jakarta oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 15 Agustus 2017 lalu di Istana Merdeka-Jakarta. Dia ditunjuk dan dibantu oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto dan Teten Masduki. Itu terjadi saat Presiden Joko Widodo bertemu 14 tokoh Papua yang dipimpin Ondowafi Nafri George Awi, termasuk Pater Neles Tebay dan saya juga,” kata Warinussy.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)