Agama, politik, dan kegalauan berdemokrasi

Agama, politik, dan kegalauan berdemokrasi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh: Fileksius Gulo

Agama, dalam kacamata kehidupan sosial-politik kita hari-hari ini menjadi instrumen dan legitimasi untuk memperoleh kekuasaan. Kontestan yang menang maupun yang kalah sama-sama menggunakan agama sebagai salah satu bumper estalasi politik. Agama dipandang sebagai alat untuk mencapai jalannya “kesucian” politik.

Akibatnya agama penuh dengan teka-teki dan perdebatan paradoks sentimental. Menariknya, percecokkan ini lebih tersorot di ranah publik dibandingkan di ranah akademik.

Itu sebabnya agama tak luput mendapat kritik keras untuk menyoal manuver dan manifestasi ini . . .

Maaf, hanya user terdaftar yang bisa mengakses artikel ini. Silahkan daftarkan diri anda melalui form dibawah ini untuk mengakses artikel.

Terima Kasih.

Register New Account

Choose your membership level

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)