Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Agen minyak tanah di Mimika bantah bermasalah dengan pemilik pangkalan 

Ilustrasi warga antri minyak tanah – Dok. Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Salah satu agen minyak tanah di Kabupaten Mimika Papua, Lisbeth Bleskadit membantah jika selama ini ia bermasalah dengan pemilik pangkalan minyak tanah di wilayah itu, dan menyebabkan Pertamina mengurangi kuota bahan bakar minyak untuknya. Ia menyatakan selalu mematuhi ketentuan Pertamina, dan meminta Pertamina mengembalikan kuota bahan bakar minyaknya seperti semula.

Bleskadit saat ini tengah mengadukan pengurangan kuota bahan bakar minyaknya dari Pertamina kepada Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP). Ia telah menjadi agen bahan bakar minyak sejak 2012 dan awalnya memiliki kuota 210 kiloliter bahan bakar minyak per bulan, untuk melayani kebutuhan 12 distrik di Kabupaten Mimika. Akan tetapi, sejak 2015 kuota bahan bakar minyaknya telah dikurangi menjadi 140 kiloliter per bulan.

Bleskadit mengadukan pengurangan kuota itu ke DPRP pada Senin (1/4/2019). Pasca pengaduan itu, muncul keluhan dari salah satu pemilik pangkalan minyak tanah di Kabupaten Mimika, Etty. Etty menuding Bleskadit tidak melaksanakan perjanjian jual beli minyak tanah yang telah mereka sepakati. Etty menyatakan dirinya telah membayar biaya administrasi dan uang pembelian minyak tanah yang totalnya mencapai Rp65 juta kepada Bleskadit, dan seharusnya sudah menerima kiriman minyak tanah dari Bleskadit mulai Februari 2019.

Saat dikonfirmasi Jubi terkait keluhan Etty, Bleskadit mengatakan hal itu terjadi karena dirinya belum menandatangi kontrak perjanjian dengan Etty. “Kontraknya memang sudah ada, tapi saya belum tandatangan. Saya masih di Jayapura, setelah kembali ke Mimika baru saya tandangan,” kata Bleskadit via teleponnya, Rabu (3/4/2019) malam.

Loading...
;

Bleskadit menolak semua tudingan yang menyatakan dirinya banyak merugikan pemilik pangkalan minyak tanah di Mimika. Bleskadit juga menjelaskan kabar yang menyebut dirinya pernah menerima uang senilai Rp800 juta dari beberapa pemilik pangkalan minyak tanah, namun tidak mengirimkan minyak tanah kepada mereka.

“Saya sudah kembalikan uang itu. Kemudian, kerjasama dengan semua pangkalan minyak tanah itu saya putus semua. Sudah tidak ada masalah lagi,” ucapnya.

Bleskadit justru menduga ada pihak tertentu yang berupaya mencari-cari kesalahannya, karena kini ia sedang berupaya agar besaran kuota minyak tanah untuknya dipulihkan menjadi 210 kiloliter per bulan. Ia menduga berkurangnya kuota untuknya karena ada permainan.

“Di Mimika terlalu banyak pihak bermain. Kalau pihak Pertamina mengatakan saya dalam pembinaan, itu alasan mereka saja. Saya sudah tujuh tahun menjadi agen minyak tanah,” ujarnya.

Unit Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku-Papua, Brasto Galih Nugroho ketika dikonfirmasi menyatakan Bleskadit merupakan agen yang sedang mendapatkan pembinaan dari Pertamina. Brasto menyatakan bentuk pembinaan dengan pengurangan kuota bahan bakar minyak telah dicantumkan di dalam kontrak perjanjian kerjasama antara Pertamina dan Bleskadit.

“Sebagai sanksi pembinaan, tentu (pengurangan kuota itu) tidak memerlukan persetujuan agen. Itu sudah sesuai dengan kontrak perjanjian kerjasama Pertamina dengan para agen,” kata Brasto via pesan singkatnya dua hari lalu. (*) 

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top