HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Akibat kontes kecantikan, Wakil Perdana Menteri Tonga diminta mengundurkan diri

Miss Heilala 2018, Kalo Funganitao, dikawal turun dari panggung dan tidak diberikan kesempatan untuk memahkotai Miss Heilala yang baru. – Asia Pacific Report/Kalo Funganitao/RNZ Pacific

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nuku’alofa, Jubi – Pesan-pesan marah – termasuk permintaan pengunduran diri – telah membanjiri media sosial di Tonga akibat intervensi yang, menurut laporan, dilakukan oleh Wakil Perdana Menteri Tonga dalam acara kontes Miss Heilala di Nuku’alofa, pada Jumat lalu (5/7/2019).

Wakil Perdana Menteri Tonga, Semisi Sika, dilaporkan telah memerintahkan DJ dalam acara itu agar memainkan musik keras-keras, untuk meredam pidato kontroversial Kalo Funganitao, Miss Heilala tahun sebelumnya.

Kalo Funganitao melabrak panitia kontes itu karena menyiksa dan mengintimidasinya selama ia memegang mahkota itu, dan mengklaim bahwa dia telah dicurangi, dibohongi, dan difitnah oleh komite acara tahunan itu.

Mahasiswi hukum Universitas Auckland itu, dianggap telah mengalami upaya intimidasi paling kuat sepanjang sejarah kontes itu 40 tahun lamanya.

Loading...
;

Sudah cukup,” Kalo, seperti biasa dipanggil, berteriak melawan alunan musik DJ.

Ibu dari Kalo, saudara laki-lakinya, dan kontestan lain berdiri bersama-sama dengan Kalo di panggung saat ia berpidato, mikrofonnya akhirnya dipadamkan, diduga atas instruksi Wakil Perdana Menteri Sika, yang merupakan pejabat resmi kontes tersebut, yang berada di bawah naungan kementeriannya.

Namun Kalo terus melanjutkan pidatonya, bagian dari prosesi standar yang disediakan kepada setiap pemenang mahkota Miss Heilala, saat mereka akan menyerahkan mahkota kepada pemenang berikutnya.

Menurut Kalo, dukungan yang dijanjikan kepadanya sebagai pemenang Miss Heilala tidak pernah terwujudkan. Sebaliknya, dia mengklaim telah diintimidasi dan diperlakukan dengan kasar oleh komite dan panitia Miss Heilala.

Sampai hari ini, saya telah mengalami betapa sulitnya menjadi seorang perempuan muda Tonga. Saya telah berurusan dengan orang-orang dengan jabatan resmi dan di tempat lain di lapangan pekerjaan, yang tidak profesional dan kasar,” ungkap Kalo.

Pengguna media sosial mengkritik panitia karena pidato Kalo tampaknya dihentikan dengan paksa, beberapa bahkan mendesak Sika untuk mengundurkan diri.

Upaya untuk membungkam Kalo direkam dalam sebuah video dan diposting di media sosial. Dia lalu dikawal untuk turun dari panggung, dan tidak diberikan kesempatan untuk memahkotai Miss Heilala yang baru.

Sika juga dituduh gagal melakukan intervensi apa pun, ketika seseorang dari meja VIP dilaporkan meneriakkan hinaan berbau SARA pada Leoshina Kariha, Miss Pacific Islands dari Papua Nugini. (Asia Pacific Report/Kalafi Moala di Nuku’alofa)


Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top