HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Aksi anti rasisme di Nabire berjalan damai

Pastor Paroki KSK Nabire (duduk di tengah jubah putih) bersama para pendeta ditengah aksi masa di Kantor DPRD Nabire – Jubi/Titus Ruban.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Bupati Nabire, melalui Asisten III Setda Nabire, La Halim mengapresiasi atas aman dan lancarnya aksi yang dilakukan oleh Solidaritas Papua anti Rasisme Nabire bersama tokoh agama, tokoh adat dan pemuda serta seluruh masyarakat Nabire.

“Pemerintah apresiasi dan berterima kasih kepada korlap dan masyarakat yang mengawal aksi dengan aman dan tertib tanpa ada kendala yang dihadapi,” hal tersebut La Halim, usai aksi yang dilakukan di Nabire itu pada kamis (22/08/209).

Dikatakan La Halim, aspirasi yang dua kali berturut – turut yang selalu aman. Terkait yang kedua oleh solidaritas, menyampaikan maksud dan tujuan hampir sama dengan aspirasi sebelumnya.

“Dan masih nyambung dengan Selasa lalu, bahwa mereka mengharap para mahasiswa Papua di luar Papua agar dipulangkan ke Papua,” katanya.

Loading...
;

Menurut dia, aspirasi dari Nabire sudah diterima Pemprov Papua oleh perwakilan eksekutif dan legislatif. Dan aspirasi saat ini akan menyusul di kirim ke Jayapura.

“Dan satu hal bahwa aspirasi Nabire yang masuk pertama ke Provinsi dan diterima langsung oleh Pak Wakil Gubernur Papua,” terangnya.

Untuk itu La Halim mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nabire agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Selalu berupaya untuk menciptakan kedamaian diantara sesama, baik suku, agama, ras dan golongan.

“Karena kita di sini terdapat lebih 90 suku maka keragaman ini harus tetap di pelihara apa yang sudah terjalin selama ini. Jangan terprovokasi dengan isu – isu yang menyesatkan,” imbuhnya.

Kapolres Nabire, AKBP Sonny Nugroho, mengatakan bahwa secara umum aksi berjalan aman dan lancar walaupun ada sedikit insiden kesalah pahaman, namun akhirnya segera pulih dan aspirasi dapat disampaikan dengan baik dan lancar.

Dan secara umum, situasi Kabupaten Nabire pascah aksi damai berangsur kondusif. Sonny mengapresiasi seluruh masyarakat yang telah membantu keamanan dalam menjaga Nabire tetap kondusif.

“Dan atas aspirasi, Pemerintah dan DPRD telah mengambil sikap untuk melanjutkan aspirasi ke Provinsi. kami dari TNI/Polri menjamin dan terus berupaya secara maksimal untuk keamanan tetap terjamin. Saya berharap, masyarakat tidak perlu resah. kita buktikan bahwa Nabire, karena kita selalu bersama – sama maka bisa menjaga dan memelihara kota ini hingga tidak terjadi seperti di kota lain,” terang Sonny.

Pastor Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire, Romo Yohanes Agus Setiyoso, SJ, saat memimpin doa usai aksi mengatakan bahwa perjuangan gereja adalah iman dan kemanusiaan. Romo ikut tersinggung dengan kata monyet. jika umat adalah monyet maka gembalanya juga monyet, pastor dan pendeta sebagai gembala umat juga monyet.

“Umat monyet maka gembalanya juga monyet, tetapi mari kita jaga agar toleransi tetap terjalin demi keamanan dan kenyamanan dan tidak mudah terpancing situasi,” ujar Romo Agus.(*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top