HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Aktivis lingkungan keberatan atas penghargaan konservasi pada Mandacan

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mendapat penghargaan Lingkungan Internasional. (Jubi/IST).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi –  Penobatan “pahlawan konservasi global” oleh Amerika Serikat melalui Organisasi Non-Profit Conservation International (CI) kepada Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan di Los Angeles Amerika Serikat pada Senin waktu setempat, menuai berbagai protes dari kalangan pegiat konservasi di Papua Barat.

Beragam tanggapan itupun muncul karena pemberian penghargaan didasari pada upaya Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam menjaga lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Dasar pemberian penghargaan itu justru dianggap sangat bertolak belakang dengan kondisi nyata  saat ini.  Hutan, laut dan kesejahteraan warga pribumi selaku pemilik hak waris kekayaan alam di Papua Barat belum terdata dalam satu konsep terpadu sebagai barometer suksesnya program konservasi atau pembangunan berkelanjutan yang telah dinobatkan kepada Dominggus Mandacan.

Meski sebelumnya, kesepakatan dalam forum ICBE 2018 telah melahirkan ‘Deklarsi Manokwari’ berisi 14 komitmen, itupun belum tersosialisasi hingga ke akar rumput. Kini, AS begitu cepat nobatkan orang nomor satu di Papua Barat  sebagai ‘pahlawan konservasi global’.

Loading...
;

Yohanis Akwan, koordinator pantau gambut Papua di Manokwari mengatakan, pemberian penghargaan ‘pahlawan konservasi global’ kepada Gubernur Dominggus Mandacan sangat premature dan diduga  sarat kepentingan.

Pasalnya, sejak dideklarasikan Papua Barat sebagai provinsi konservasi oleh Abraham Oktavianus Atururi (mantan Gubernur Papua Barat) pada 19 Oktober 2015, satupun upaya nyata belum nampak dilakukan oleh Pemerintah Papua Barat untuk melindungi sumberdaya alam Papua Barat.

Layaknya, sebut Akwan, penghargaan itu diberikan kepada masyarakat kecil di pedalaman atau pesisir pantai yang setia menjaga  hutan dan laut secara tradisional dengan kearifan lokal masiing-masing wilayah adat.

Akwan juga mengatakan, Papua Barat sendiri belum memiliki peta lahan gambut untuk dilakukan review perizinan, sementara lahan gambut merupakan salah satu indikator provinsi konservasi. Bahkan masih banyak lagi pekerjaan rumah yang belum selesai di Papua Barat tentang provinsi konservasi, namun inilah kenyataan yang kita hadapi.

“Sayang, AS melalui organisasi CI terlalu cepat berikan penghargaan itu kepada Gubernur, sementara hasil hutan dan alam di Papua Barat terus dalam baying-banyang investor raksasa. Sepatutnya, penghargaan demikian bukan untuk pejabat, tapi kepada orang kampung yang secara turun-temurun menjaga sumberdaya alamnya,” ujar Akwan kepada Jubi di Manokwari.

Salah satu contoh nyata yang baru dihadapi oleh warga Manokwari, adalah bencana banjir musiman saat hujan, akibat pembukaan lahan di hutan lindung Wosi-Rendani untuk pemukiman dan semrawutnya tata wilayah untuk pembangunan perumahan.

“Senin kemarin, puluhan rumah di Kampung Petrus Kafiar, Distrik Manokwari Timur terendam banjir, warga terpaksa harus mengungsi, sementara Pemerintah berpola untuk tetap eksis di mata dunia,” tutur Akwan.

Gubernur Dominggus Mandacan melalui kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Papua Barat, Yohanes Nauw dalam siaran persnya mengatakan, penghargaan diberikan dalam acara gala Dinner Organisasi Non-Profit Konservasi Internasional (CI) yang digelar Sabtu (8/6/2019) di Los Angeles, AS.

Pimpinan DPRD Papua Barat juga ikut dalam rombongan itu karena  telah mengesahkan peraturan daerah khusus (Perdasus) Pembangunan Berkelanjutan yang mengedepankan prinsip-prinsip pembangunan yang ramah lingkungan.

“Lewat Perdasus itu, Papua Barat disebut menjadi ‘provinsi konservasi’ di mana minimla 70 persen area hutan dan ekosistemnya akan dilindungi dan dikelola secara berkelanjutan. Peraturan itu juga disebut sebagai Deklarasi Manokwari,” terang Nauw.

Sementara, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Pemprov Papua Barat Prof Charlie D Heatubun selaku OPD teknis yang menggagas agenda tersebut menuturkan bahwa Gubernur Dominggus Mandacan,  ikut serta dalam mendorong disahkannya Perdasus Pembangunan berkelanjutan itu. Dominggus juga disebut melakukan sejumlah program untuk pelestraian lingkungan lainnya.

“Penghargaan ini juga sebagai bentuk penghargaan atas kepemimpinan serta komitmen Bapak Gubernur yang telah mendorong disahkannya Perdasus tersebut, selain daripada kebijakan-kebijakan instrumental lainnya, seperti review Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi, review Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), penambahan dan perluasan kawasan lindung serta penyusunan Rencana Induk dan Peta Jalan Pengembangan Ekonomi Hijau dan Biru,” tutur Charlie.

Charlie juga menjelaskan, kunjungan rombongan Pejabat Papua Barat dalam sepekan ini di Los Angeles Amerika Serikat, merupakan undangan resmi Presiden Organisasi Internasional berbasis lingkungan, Conservation International (CI).

Dihadiri beberapa CEO perusahaan besar yang tertarik menanamkan investasinya di Papua Barat, antara lain; Mars, Unilever dan dihadiri Gubernur California, dan Walikota Los Angeles. (*)

Editor : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)