Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Aktivitas Merapi, masyarakat Klaten diminta tenang

Lava gunung api, pixabay.com

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta telah merilis kejadian guguran lawan pijar Gunung Merapi, pada Kamis (7/2/2019), sekitar pukul 18.30 WIB.

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Klaten, Jubi – Masyarakat yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) di Kabupaten Klaten diminta tetap tenang dan waspada terkait dengan aktivitas Gunung Merapi yang terletak di Provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta.

“Masyarakat yang masuk KRB, seperti Desa Balerante, Sidorejo, dan Tegalmulyo Kabupaten Klaten, diminta tetap menjalankan aktivitasnya, tetapi juga tetap menjaga kewaspadaan dengan kegiatan ronda malam,” kata pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Dodhy Hermanu, saat konferensi pers terkait perkembangan aktivitas Merapi, Jumat, (8/2/2019).

Menurut Dodhy , Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta telah merilis kejadian guguran lawan pijar Gunung Merapi, pada Kamis (7/2/2019), sekitar pukul 18.30 WIB.

Loading...
;

Pada kejadian guguran lawa pijar Gunung Merapi tersebut sejauh sekitar 2 kilometer ke arah Kali Gendol. Namun, kejadidan semalam itu, yang paling panjang dibanding sebelum-sebelumnya.

“Namun, sesuai perkembangan aktivitas Gunung merapi itu, status tetap waspada, dan tidak membahayakan dan terkendali. masyarakat diimbau tetap tenang dan tetap menjaga kewaspadaan,” kata Dodhy menambahkan.

Akun Twitter resmi BPPTKG, menyebutkan guguran kembali terjadi di Gunung Merapi oleh munculnya awan panas pada pukul 18.28 WIB. Awan panas guguran teramati di Gunung Merapi pukul 18.28 WIB, dengan jarak luncur 2 kilo meter ke arah hulu Kali Gendol, dengan amplitudo 70 dengan durasi 215 detik.

Pada postingan berikutnya, BPPTKG menyatakan aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan hujan abu di wilayah lereng gunung. Awan panas guguran dan guguran lava berpotensi menimbulkan hujan abu, sehingga warga mrapi diharap tetap tenang serta selalu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik. (*).

Sumber : Antara

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top