Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Aktivitas sejumlah pasar di Jayawijaya belum normal

Pasar Wouma yang telah rampung direhab – Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Meski insiden Wamena 23 September 2019 sudah berlalu dua bulan, namun aktivitas sejumlah pasar masih belum normal, seperti Pasar Jibama dan Pasar Wouma.

Pasar Wouma telah selesai diperbaiki sejak terbakar saat terjadi amuk massa, namun hingga kini aktivitas pasar belum dibuka karena masih menunggu pembangunan pertokoan yang berada di sekitar pasar.

“Harapan saya setelah pasar dibangun ruko juga segera dibangun, karena pasar saja masyarakat masih belum bisa untuk masuk berjualan karena perasaan takut masih ada,” kata Agu Hubi, pemilik ulayat Pasar Wouma kepada Jubi bulan lalu.

Bahkan Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua berharap dengan selesainya rehab Pasar Wouma yang dilakukan pemerintah pusat dalam waktu dua pekan, pertokoan di sekitar pasar juga segera diperbaiki.

Loading...
;

“Masalah pasar kami sampaikan terima kasih kepada Presiden sesuai komitmen dua minggu sudah selesai dikerjakan, cuma untuk ruko-ruko yang belum selesai sehingga kami berharap dapat segera dikerjakan,” katanya kepada wartawan di Gedung Otonom “Wenehule Hubi” Wamena, Selasa, 19 November 2019.

Pasalnya, kata bupati, dengan posisi pasar yang telah direhab namun pertokoan sekitarnya belum diperbaiki, maka ketika pemerintah daerah hendak memanggil kembali para pedagang di pasar itu sedikit terkendala.

“Kalau kita sekarang memanggil pedagang-pedagang di pasar ini masuk lagi dengan kondisi pertokoan saat ini yang belum dibangun, saya kira tidak dulu, kita upayakan ruko jadi dulu baru aktivitas bisa jalan kembali,” katanya.

Meski begitu, kata Banua, semuanya tergantung koordinasi bersama kepala distrik dengan mama-mama yang berjualan di Pasar Wouma.

“Apakah mereka ingin menggunakan pasar sekarang atau tidak, itu pemerintah sebatas menunggu, jika seandainya bisa tidak masalah untuk aktivitas pasar kembali dibuka sembari pekerjaan ruko dilakukan,” katanya.

Sedangkan di Pasar Jibama yang berada di Distrik Hubikiak kurang lebih satu kilometer dari kota Wamena masih sepi ketika dipantau Jubi pada Rabu, 20 November 2019.

Baik pembeli maupun pedang sepi. Beberapa pertokoan masih ada yang belum membuka usahanya, penjual ikan, dan sayur-mayur juga sama.

Beberapa pedagang menuturkan mereka enggan berjualan kembali di Pasar Jibama, selain masih minimnya pembeli juga faktor keamanan yang masih menjadi pertimbangan para pedagang.

“Masih sering muncul isu-isu yang kurang baik, sehingga kami kembali berjualan kemungkinan setelah Desember 2019,” kata seorang pedagang yang enggan menyebutkan namanya.

Tidak sedikit juga pedagang, baik OAP maupun non-Papua yang lebih memilih berjualan di pasar lainya seperti di Potikelek, pasar sementara Jalan Safri Darwin, dan di Sinakma.

Seorang mama penjulan sayur yang ditemui juga mengaku jika sekarang ini kondisi pasar sepi dari pembeli.

“Tidak tahu kenapa sepi tidak seperti biasa sebelum kejadian,” katanya.

Belum normal Pasar Jibama dan Wouma diakui Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayawijaya.

Kepala Bidang Perdagangan Arisman Chaniago menyebutkan untuk aktivitas pasar di Jayawijaya khusus di Wamena ada empat pasar sentral, yaitu Jibama, Potikelek, Wouma, Sinakma, dan pasar sementara di Jalan Safri Darwin.

Khusus untuk Pasar Wouma meski sudah ada perbaikan, kata Arisman, namun aktivitas hingga kini belum ada, karena belum didukung oleh aktivitas ruko-ruko di sekitar Pasar Wouma.

“Untuk Pasar Jibama sampai saat ini belum berjalan normal karena masyarakat konsumen kita masih trauma dengan kejadian 23 September 2019,” katanya.

Untuk sementara, ujarnya, para pedagang di Pasar Jibama khususnya pedagang sayur mayur dan ikan, dinas telah mengizinkan untuk beraktivitas di pasar sementara di Jalan Safri Darwin sampai akhir Desember untuk menunjang aktivitas jual beli para pedagang.

Untuk pedagang di pertokoan di Pasar Jibama, katanya, mereka juga mengeluh tidak adanya konsumen yang berbelanja ke Jibama.

“Karena masyarakat konsumen masih was-was atau takut, sehingga ini yang harus Pemkab Jayawijaya lakukan, bagaimana menghilangkan pandangan ini bahwa kondisi Wamena pascainsiden sudah aman terkendali,” katanya.

Sejauh ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Wamena, katanya, untuk sementara pasar yang beroperasi normal di Pasar Potikelek, pasar sementara Jalan Safri Darwin, dan pasar Sinakma.

“Saya minta juga semua pelaku usaha yang beraktivitas di Jalan Safri Darwin, pemda hanya mengizinkan beraktivitas sampai akhir Desember, terhitung 1 Januari 2020 semua sudah harus kembali beraktivitas ke seluruh pasar yang ada di kota Wamena dan sekitarnya,” katanya.

Untuk pasar Sinakma, Ariman menambahkan, jika saat ini para pedagang masih berada di luar pasar karena kondisi pasar yang masih dalam tahap rehab.

“Bangunan tahap pertama sudah selesai, namun masih banyak pedagang yang belum tertampung, akhirnya untuk 2019 kami menambah pembangunan pasar,” katanya.

Diperkirakan Desember pembangunan selesai, sehingga awal 2020 pasar Sinakma yang sedang proses rehab sudah diresmikan penggunaannya. (*)

Editor: Syofiardi

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top