Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Aktivitas sekolah masih lumpuh, ini penjelasan Pemkot Jayapura

Massa pedemo saat melakukan aksi unjuk rasa di Kota Jayapura pada Kamis (29/8/2019) – Jubi/Engel Wally.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Aktivitas pendidikan sejak Kamis (29/8/2019) hingga kini belum berjalan alias lumpuh akibat demo rasisme yang berujung anarkis beberapa hari lalu.

Pasca aksi demo berujung rusuh tersebut, Wali Kota Jayapura pun mengeluarkan imbauan bahwa sekolah-sekolah mulai dari jenjang pendidikan PAUD hingga SMA di Kota Jayapura diliburkan untuk sementara waktu.

“Sesuai arahan dari pak Wali Kota, hari ini sekolah masih diliburkan. Untuk berapa hari sekolah diliburkan, kami masih melakukan koordinasi dengan pihak keamanan dalam hal ini Polda Papua terkait situasi di Kota Jayapura,” kata Kepada Dinas Pendidikan Kota Jayapura Fachruddin Pasolo kepada Jubi melalui sambungan telepon selularnya.

Kata Fachruddin, intruksi dari Wali Kota Jayapura tersebut sudah dikeluarkan sejak Sabtu (31/8/2019) namun batasan untuk masuk sekolah tersebut belum dijelaskan karena sambil melihat kondisi di Kota Jayapura apakah benar-benar kondusif atau belum.

“Jadi nanti kami akan sampaikan kepada seluruh kepala sekolah dari semua jenjang pendidikan secara bertahap. Hari ini memang diliburkan, tetapi kalau kondisi sudah memungkinkan bisa saja besok sekolah. Tapi kalau belum, maka mungkin besok masih libur. Intinya bahwa, komunikasi saya dengan para kepala sekolah selalu saya bangun,” ujarnya.

Menurut Fachruddin sekolah ini diliburkan untuk menenangkan hati para orang tua, siswa, dan juga guru-guru.

Loading...
;

“Dari pada nanti disekolahkan, dimana kondisi masih kurang menentu malah akan tidak fokus dalam proses belajar mengajar,” katanya.

Disinggung apakah sekolah-sekolah juga ada yang rusak akibat dampak dari aksi demo tersebut, Fachruddin mengatakan bahwa sekolah-sekolah semuanya aman dan tidak ada kerusakan.

“Saya percaya kepada massa pendemo bahwa mereka tidak akan merusak faslitas sekolah, karena para pendemo tersebut sebagian besar adalah mahasiswa,” ujarnya.

Sebelumnya Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas mengatakan, Kondisi Kota Jayapura pascademo rasisme yang berujung anarkis pada Kamis (29/8/2019) kini berangsur pulih.

“Hingga saat ini kami berupaya untuk berangsur-angsur ke keadaan yang pulih. Saya tidak menyampaikan telah pulih 100 persen tetapi ini situasi kontijensi yang kami semua berupaya untuk tidak menyebar menjadi isu SARA dan lain sebagainya,” kata Kapolres Urbinas.

Dikatakan, sejak Jumat (30/8/2019) malam pihaknya telah mengambil tindakan tegas terhadap beberapa kelompok masyarakat yang melakukan aksi palang jalan dimana aksi pemalangan tersebut imbas dari harta benda mereka yang dihancurkan bahkan dibakar oleh oknum yang tergabung dalam massa aksi.

“Kita tahu bersama bahwa ada terjadi pengerusakan, kemudian pembakaran dan sebagainya dari oknum-oknum yang menyusup dalam massa aksi demo pada Kamis (29/8/2019) lalu. Saya meminta kepada seluruh ketua-ketua paguyuban untuk memperhatikan anggotanya agar tidak bertindak melebihi batas,” ujarnya. (*)

Editor : Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top