Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Alat ukur, timbang, dan takar di Jayapura ditera ulang

Petugas SPBU Entrop saat melayani konsumen – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura, Papua menera ulang alat ukur, timbang dan takar. Para pedagang yang lalai menerakan alat ukur, timbang, dan takar mereka akan ditegur, dan jika membandel bisa dijatuhi sanksi.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura, Dian Aronggear menyatakan ada  perusahaan di Kota Jayapura telah mengajukan permohonan tera ulang. “Perusahaan Elkoni Panasumi sudah mengajukan permintaan tera untuk timbangan gas elpiji yang mereka miliki,” kata Aronggear di Jayapura, Senin (18/3/19).

Pada tahun ini, terdapat dua timbangan cepat berkapasitas 200 kilo liter yang terdaftar. “Salah satunya sudah ditera ulang. Akan tetapi, satu timbangan milik PT Pelni belum bisa ditera ulang, karena rusak. Timbangan itu nantinya dipakai Pelni untuk menimbang barang penumpang. Sekarang timbangan milik PT Pelni itu sedang diperbaiki. Selesai perbaikan, barulah timbangan itu kami tera ulang agar bisa segera dipakai,” jelasnya.

Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robert L. N. Awi menjelaskan tera ulang dilakukan untuk memastikan akurasi alat ukur, timbang, takar sesuai dengan standar. Tera ulang penting untuk menghindari kecurangan pedagang dalam melayani konsumen, sehingga konsumen tidak dirugikan.

Setiap pedagang yang memakai alat ukur, timbang, dan takar untuk menjual dagangannya wajib menerakan ulang alat mereka. Kewajiban itu termasuk berlaku bagi para pedagang tradisional, pedagang modern, ataupun unit perdagangan seperti Stasiun Pengisian Bahan bakar untuk Umum (SPBU) dan agen minyak tanah.

“Harapan kami para pedagang baik tradisional dan modern segera datang melakukan tera ulang terhadap alat timbang, ukur dan takar di kantor Metrologi di Pasar Entrop. Karena, pada pekan depan kami akan melakukan operasi di pasar, untuk memeriksa seluruh alat ukur, timbang, dan takar di pasar. Jika kami menemukan alat yang belum ditera ulang, pemiliknya akan kami tegur, pembinaan dulu. Jika membandel, bisa dikenai sanksi, bahkan dipidanakan,” kata Awi.

Loading...
;

Selama ini alat ukur, timbang, dan takar di Kota Jayapura tidak ditera ulang, karena Pemerintah Kota Jayapura tidak memiliki cap tera. “Tahun ini ada pengadaan dari Kementerian Perdagangan Indonesia. Cap tera ini dinantikan sudah lama karena peralatannya mahal. Selain itu kabupaten/kota di Indonesia harus mengantri untuk bisa mendapatkan cap tera,” ungkanya.

Salah satu warga saat ditemui di SPBU Entrop, Boby mengatakan, tera ulang pada alat ukur, takar dan timbang sangat penting agar para pedagang tidak merugikan konsumen.”Terkadang, barang yang kita beli saat ditimbang oleh pedagang beratnya 1 kilogram. Akan tetapi setelah kita timbang ulang di rumah, beratnya hanya 0,8 kilogram. Ini sangat merugikan sekali. Harapan saya semoga pedagang di Kota Jayapura ini yang jujur kalau mau berdagang,” ujarnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top