Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Aliansi Rakyat Bersatu Bela Papua akan demo menuntut Freeport ditutup

Albert Wanimbo, Panji Agung Mangkunegoro, didampingi Aser gobai ketika menggelar jumpa pers – Jubi/Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Aliansi Rakyat Bersatu Bela Papua menyatakan pihaknya sedang berkonsolidasi dengan serikat pekerja mahasiswa, masyarakat, dan pemuda untuk menggelar unjukrasa menuntut penutupan PT Freeport Indonesia. Hal itu dinyatakan Koordinator Aliansi Masyarakat Papua Bela Papua Albert G Wanimbo di Jayapura, Kamis (7/3/2019).

Wanimbo yang juga merupakan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Papua menyatakan tuntutan penutupan PT Freeport Indonesia muncul karena perusahaan tambang emas dan tembaga raksasa itu dinilai tidak lagi memikirkan nasib orang asli Papua. Menurut Wanimbo, demonstrasi itu akan digelar pada April di beberapa kota di Papua dan Jakarta.

“Selama ini Freeport tidak lagi memikirkan nasib dan hak orang asli Papua yang ada di wilayah kerjanya. Kami sedang berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk berunjukrasa bersama. Intinya kami meminta agar Freeport segera ditutup,” katanya kepada wartawan, Kamis. (7/3/2019).

Wanimbo mengatakan pihaknya juga ingin menyoroti masalah divestasi atau pengurangan porsi kepemilikan Freeport McMoran atas PT Freeport Indonesia. “Kami ingin meminta kejelasan (dampak divestasi) saham itu (dalam penyelesaian) dampak lingkungan hidup maupun isu ketenagakerjaan di PT Freeport Indonesia,” kata Wanimbo.

Loading...
;

Wanimbo mengingatkan kegiatan Freeport sejak efektif beroperasi pada 1973 menimbulkan berbagai dampak lingkungan di Kabupaten Mimika, Papua. “Pembuangan tailing (sedimen bebatuan sisa pemilahan konsentrat emas, perak, dan tembaga) mengganggu habitat. Setelah pulang Rapat Kerja KNPI, kami akan berkomunikasi dengan berbagai pihak di Jakarta, termasuk juga dengan mahasiswa Papua di luar negeri,” katanya.

Ketua DPC Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indoensia Kabupaten Mimika, Aser Gobay mengatakan pihaknya terus mengkonsolidasikan seruan agar Freeport ditutup. Gobay menyatakan tuntutan itu akan tetap mencuat selama Freeport tidak memperlakukan orang asli Papua dengan layak. “Perusahaan harus mempertimbangkan dengan baik, sebab Freeport berada di negeri siapa? Anak anak Papua harus dirangkul,” katanya.

Sejak Jumat (8/3/2019), Jubi telah menghubungi manajemen PT Freeport Indonesia untuk meminta tanggapan atas rencana unjukrasa maupun tudingan Freeport tidak memikirkan nasib orang asli Papua, dampak lingkungan operasi tambang, maupun isu ketenagakerjaan di lingkungan PT Freeport Indonesia. Akan tetapi, hingga berita ini diturunkan pada Sabtu (9/3/2019), Jubi belum menerima tanggapan dari manajemen PT Freeport Indonesia. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top