Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Alih fungsi lahan pertanian di Distrik Muara Tami semakin luas

Lahan pertanian sayur di jalan baru Pasar Youtefa, Kota Jayapura – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota Jayapura berupaya mengendalikan alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan perumahan yang semakin meluasdi Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. Pengendalian alih fungsi lahan itu penting karena Distrik Muara Tami merupakan distrik terluas di Kota Jayapura dan menjadi penghasil utama komoditas pangan di Kota Jayapura.

Kepala Distrik Muara Tami, Supriyanto dari luas total distrik yang mencapai 62.670 hektar, sejumlah 80 persen di antaranya tercatat sebagai lahan pertanian. Seiring semakin padatnya penduduk Kota Jayapura, alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan perumahan semakin marak terjadi di Muara Tami.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Jayapura, luasan panenan padi pada 2015 hanya mencapai 1.112 hektar. Pada 2017, panen padi susut menjadi 667 hektar. Pada periode yang sama, luasan panen jagung juga susut dari 168 hektar menjadi 105 hektar (data Muara Tami dalam Angka 2016 dan 2018).

Supriyanto menyatakan pembangunan perumahan di kawasan Distrik Muara Tami semakin banyak terjadi, termasuk di lahan pertanian. Ia mengingatkan Pemerintah Kota Jayapura telah mengatur setiap alih fungsi lahan pertanian harus mendapatkan penggantian lahan pertanian yang baru.

Loading...
;

“Jika satu bidang tanah seluas satu hektar digunakan sebagai pembangunan rumah, maka harus disiapkan juga luas yang sama untuk lahan pertanian. Kami terus berupaya menyosialisasikan zonasi tata ruang di Distrik Muara Tami, agar tidak terjadi tumpang tindih dan alih fungsi lahan yang tidak terkendali,” kata Supriyanto di Jayapura, Minggu (10/3/19).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo mengatakan pihaknya terus mendorong petani mendayagunakan lahan tidur menjadi lahan pertanian. Menurutnya, di Distrik Muara Tami dan Distrik Abepura terdapat 300 hektar lahan tidur yang masih digarap menjadi lahan pertanian.

“Kami berupaya agar setiap tahun setidaknya satu persen lahan tidur dapat difungsikan menjadi lahan pertanian guna memacu volume produksi komoditas pertanian seiring semakin pesatnya pembangunan dan alih fungsi lahandi kawasan Muara Tami,” kata Rollo.

Rollo menghimbau para pemilik tanah agar tidak menjual lahan pertanian yang sudah ditanami komoditas pertanian, agar ketersediaan pangan terjaga. “Kebutuhan pangan tak terlepas dari ketersediaan sumber lahan bagi pertanian. Jumlah penduduk semakin hari semakin bertambah, sehingga kebutuhan pangan pun akn meningkat,” jelasnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top