Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Amnesti Internasional: cabut segala tuduhan terhadap jurnalis asing Philip Jacobson

Phil Jacobson berpose mengangkat durian, tak lama setelah pengumuman penangguhan penahanannya di Palangkaraya, 24 Januari 2019. Photo; Mongabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengatakan penangguhan penahanan atas Philip Jacobson, editor dan jurnalis media Mongabay, layak diapresiasi dan harus dilanjutkan oleh otoritas Imigrasi dan Kejaksaan dengan membebaskan dirinya dari segala tuduhan pidana.

“Kami mendesak agar penahanan Philip tidak dilanjutkan karena terjadi saat Indonesia mengalami peningkatan kekerasan dan kriminalisasi terhadap aktivis lingkungan dan jurnalis. Apalagi karena kami khawatir jika alasan sebenarnya di balik dakwaan pidana terhadap Jacobson bukan hanya pelanggaran visa tetapi kerjanya bersama Mongabay.” ujarnya melalui siaran pers yang dilayangkan kepada Jubi, Sabtu, 25 Januari 2020

Menurutnya, Jacobson telah mengungkap adanya perusakan lingkungan, termasuk serentetan kebakaran hutan yang mengancam dan mencemari Indonesia baru-baru ini. Upaya itu menjadi dukungan kepada Indonesia dalam menjaga kekayaan lingkungan dan alamnya.

“Pemerintah harus memperbaiki kebijakan jajarannya dalam menghadapi peran jurnalis dan aktivis. Meningkatnya penindasan dan penganiayaan terhadap aktivis lingkungan dan jurnalis di Indonesia akan berdampak buruk pada siapa saja yang ingin melakukan pekerjaan jurnalistik atau penelitian di Indonesia.”

Dia juga mendesak pihak berwenang, memastikan keselamatan aktivis lingkungan dan jurnalis dan tidak boleh menggunakan pasal kriminal atau hukum lainnya sebagai sarana untuk membungkam mereka.”

Menurut keterangan resmi Mongabay, Philip Jacobson awalnya ditahan dan kemudian dibebaskan pada 17 Desember 2019 karena melanggar persyaratan visa bisnisnya setelah menghadiri rapat dengar pendapat antara DPRD Kalimantan Tengah dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Kelompok advokasi hak adat terbesar di Indonesia, cabang setempat.

Loading...
;

Komite Keselamatan Jurnalis Indonesia mengatakan kehadirannya dalam pertemuan itu sudah sesuai dengan peraturan dan hukum di Indonesia.

Pada 21 Januari 2020, ia kembali ditangkap dan ditahan. Jacobson diberi tahu bahwa ia menghadapi tuduhan melanggar Undang-Undang Imigrasi Tahun 2011 Pasal 122 dan berpeluang terkena hukuman penjara hingga lima tahun.

Baru saja penahanannya ditangguhkan pada hari ini, Jumat, 24 Januari 2020.

Komite Keselamatan Jurnalis menilai penahanan dan penetapan status tersangka Philip Jacobson sangat berlebihan dan mencoreng demokrasi di Indonesia.-norma hukum yang berlaku.

Tindakan penahanan dan pemidanaan yang berlebihan ini juga membangkitkan kecurigaan terhadap motif pemerintah. Jangan sampai ada dugaan penahanan itu adalah refleksi sikap antikritik dan sensitivitas yang berlebihan atas laporan-laporan investigasi lingkungan yang diterbitkan Philip Jacobson di Mongabay.

Apalagi jika melihat posisi Philip sebagai editor Mongabay, media massa yang aktif menyoroti isu permasalahan lingkungan yang salah satunya terjadi di Indonesia. Beberapa berita yang pernah dimuat di Mongabay di antaranya adalah kerusakan hutan dan lingkungan di Papua, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan sejumlah wilayah lain. Selain itu, Mongabay juga menyoroti konflik lahan antara masyarakat adat dan sejumlah perusahaan serta antara masyarakat adat dan pemerintah.

Tahun lalu, aktivis lingkungan, Golfrid Siregar, yang mengkritik proyek bendungan di Batang Toru, Sumatera Utara, tewas dalam kecelakaan tragis di jalan. Investigasi polisi mengungkap kematiannya terkait dengan tindakan pencurian. Laptop dan dompet yang tersimpan di ranselnya dicuri. WALHI, organisasi tempat ia bekerja, mengatakan bahwa kematiannya terkait dengan pekerjaan di bidang hak asasi manusia dan lingkungan yang dilakukannya.

Tahun lalu pula, rumah Murdhani, seorang aktivis lingkungan di Lombok, dibakar. Polisi menemukan indikasi bahwa kebakaran itu sengaja disulut. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top