Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

AMP kecam penangkapan dua mahasiswa Papua di Depok

Para mahasiwa Papua di Jakarta saat bersiap berangkat menuju Polda Metro Jaya untuk menyerahkan diri. – IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Aliansi Mahasiswa Papua atau AMP Jhon Gobay mengecam penangkapan sewenang-wenang yang di lakukan Kepolisian Daerah atau Polda Metro Jaya terhadap dua mahasiswa Papua pada Jumat (30/8/2019). Gobay menuntut polisi segera membebaskan kedua mahasiswa itu.

Sejumlah dua mahasiswa asal Papua, Charles Kosay dan Dano Tabuni ditangkap di Asrama Mahasiswa Lanny Jaya di Depok, Jawa Barat, pada Jumat malam. “Mereka ditangkap dan diperiksa oleh pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya,” kata Gobay saat dihubungi pada Sabtu (31/8/2019).

Jhon Gobay berharap kedua mahasiswa itu segera dilepas kembali. “Kami membutuh Solidaritas dan advokasi dari kawan-kawan semua sampai kedua mahasiswa bisa di pualangkan ke Asrama,” katanya.

Charles Kosay dan Dano Tabuni adalah dua mahasiswa yang turut serta dalam unjukrasa anti rasisme di depan Istana Kepresidenan pada Rabu (28/8/2019). Dalam aksi itu, para pengunjukrasa mengibarkan bendera bintang kejora di depan Istana Kepresidenan, sehingga Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian memerintahkan Polda Metro Jaya mengusut kasus itu.

Loading...
;

Pengacara publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Mike Himan menyatakan penangkapan Charles Kosay dan Dony Tabuni terjadi secara sewenang-wenang. “Sewaktu polisi menangkap mahasiswa di dalam asrama itu, mereka menodong mahasiswa lainnya,” kata Mike kepada Jubi melalui sambungan selulernya, Sabtu, (31/8/2019).

Mike menyebut aparat kepolisian juga merusak barang milik para mahasiswa Papua itu. Tindakan polisi itu dilakukan di hadapan seorang anak berusia 5 tahun, hingga anak tersebut trauma. “Polisi menenang piring berisi makanan yang telah tersaji. Telepon genggam milik semua mahasiswa di asrama itu sempat disita, setelah itu dikembalikan.

Mike selalu kuasa hukum Charles Kosay dan Dano Tabuni menyatakan kedua mahasiswa itu ditahan, namun belum diperiksa penyidik. “Menurut polisi, mereka akan diperiksa Sabtu. Kami akan melakukan pendampingan kepada kedua mahasiswa yang ditangkap,” katanya.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Asosiasi MahasiswaPegunungan Tengah Papua se-Indonesia Wilayah Indonesia Barat, Ambrosius Mulait mengatakan para mahasiswa Papua menggelar aksi solidaritas untuk menuntut pembebasan Charles Kosay dan Dano Tabuni. “Kami bergabung dari Sorong -Merauke untuk menyerahkan diri untuk bergabung dengan dua teman kami,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top