Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

AMP : Kekerasan militer di Papua bukti pembungkaman demokrasi

Ilustrasi – IST

Semarang, Jubi– Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Kota Semarang, menilai aksi kekerasan militer di Papua sebagai bukti pembungkaman ruang demokrasi. AMP menuding kekerasan di Papua telah terjadi sejak era presiden Soekarno hingga sekarang.

“Indonesia dengan kekerasan militernya terhadap bangsa Papua Barat merupakan pemusnahan rakyat pribumi dan pembungkaman perjuangan bangsa untuk merdeka,” kata aktivis AMP di Kota  Semarang, Simon Douw, Selasa, (9/72019).

Berita terkait : AMP Semarang peringati 21 tahun Biak Berdarah 

Ia menyebutkan pendekatan militer menimbulkan 5.361 ditangkap dalam satu tahun. Hal itu jelas sebagai pelanggaran HAM sistematis di masa lalu, dan masih berlanjut hingga kini. Orang Papua tidak hanya didiskriminasi di wilayah tanah leluhur mereka sendiri, tapi juga di berbagai provinsi lainnya di Indonesia.

“Serangan bermotif rasial yang dilakukan oleh kelompok milisi sipil yang dibekingi negara terhadap asrama-asrama mahasiswa Papua pernah terjadi di Surabaya,Yogyakarta, Malang, Semarang, Bandung serta gangguan langsung oleh aparat keamanan di Manado, Makassar, dan Tomohon,” kata Douw, menambahkan.

Loading...
;

Selain itu banyak pembungkaman ruang demokrasi juga terjadi terhadap mahasiswa Papua di seluruh Indonesia yang sedang menyelenggarakan diskusi publik maupun aksi damai. Ia mencontohkan  pembungkaman terjadi di Jawa dan wilayah di luar Papua lainnya di Indonesia. “Misalnya, terjadi represifitas terhadap demonstrasi damai seperti, di Surabaya, Malang, Bali, Bandug, Yokyakarta, Jakarta, Semarang, Ambon dan masih banyak tempat lainnya,” katanya.

Hal itu sebagai bukti Indonesia telah gagal melindungi hak sosial, ekonomi, dan budaya orang Papua. Termasuk musnahnya lima suku di Kabupaten Keerom Papua yang dinyatakan punah pada bulan Agustus 2018.

Sedanghkan tahun ini pemerintah Indonesia sendiri melaporkan terdapat hampir seratus anak Papua yang meninggal karena malnutrisi dan diperkirakan 15.000 orang Papua sedang menderita malnutrisi.

Dengan kondisi itu AMP minta mengusut kasus pelanggaran penembakan dan militerisasi di Papua, dengan menangkap, dan penjarakan  semua pelaku pelanggaran HAM yang terbukti melakukan kekejaman terhadap rakyat Papua. AMP juga minta agar negara memberikan kemerdekaan sendiri wilayah Indonesia paling timur itu (*)

 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top