Anak-anak muda dorong perangi perubahan iklim

Anak-anak muda dorong perangi perubahan iklim

Ilustrasi, pemanasan global, pixabay.com

Menuntut tindakan mendesak untuk memperlambat pemanasan global

 

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Melbourne, Jubi  – Ribuan pegiat muda di Australia dan Selandia Baru melakukan protes global menuntut para politisi dan para pemimpin bisnis agar bergerak cepat mengurangi emisi gas rumah kaca sebagai upaya memerangi perubahan iklim.

Para koordinator memperkirakan satu juta anak muda mengikuti unjuk rasa di sedikitnya 110 negara, yang terinspirasi oleh aksi Greta Thunberg, 16 tahun, asal Swedia. Pegiat itu menuntut tindakan mendesak untuk memperlambat pemanasan global.

“Saya khawatir akan seluruh bencana cuaca. Tiap waktu kita mengalami kebakaran hutan di sini  hewan lainnya mungkin punah,” kata Nina Pasqualini, 13 tahun, yang mengikuti pawai di Melbourne, Jumat, (24/5/2019).

Berita terkait :Kepulauan Marshall, negara pertama ratifikasi kesepakatan global HFC

Brazil disebut negara paling banyak penggundulan hutan

PNG angkat isu hutan di PNG dan Papua Papua Barat dalam APEC

Aksi itu dipimpin kelompok Extinction Rebellion itu menilai pemerintah tidak berbuat banyak sebagaimana seharusnya menghadapai perubahan iklim.

Ilmuwan menyebut pemanasan global karena gas rumah kaca yang memerangkap panas dari pembakaran bahan bakar fosil telah membawa lebih banyak kekeringan dan gelombang panas, pencairan gletser, naiknya permukaan laut dan banjir yang menghancurkan.

Termasuk di Australia yang baru saja mengalami musim panas yang paling panas. Tahun lalu emisi karbon global mencatat rekor tinggi, kendati Panel Antar pemerintah mengenai Perubahan Iklim yang didukung PBB pada Oktober mengeluarkan peringatan bahwa keluaran gas-gas itu akan dikurangi selama 12 tahun mendatang untuk menstabilkan iklim.

Sejak Thunberg mulai melakukan protes sendirian terkait iklim di luar parlemen Swedia pada Agustus, gerakan pemogokan sekolah tiap Jumat “Fridays for Future” telah berkembang pesat, dengan kelompok-kelompok terinspirasi oleh aksinya yang terkoneksi dengan media sosial.

Baca juga : Pasifik ingin aksi nyata terhadap perubahan iklim

Diplomasi Fiji dan “Talanoa” untuk perubahan iklim

Sepuluh jurnalis Pasifik diundang liputan konferensi perubahan iklim

Sophie Hanford, penyelenggara nasional di Selandia Baru, dan para penyelenggara di Melbourne mengatakan mereka mengantisipasi pemogokan yang dilakukan siswa pada September yang akan mencakup orang-orang dewasa dan para pekerja.

“Jumlahnya bisa bertambah banyak. Ini hanya permulaaan,” kata Hanford di program acara Sarapan Pagi televisi Selandia Baru. (*)

Editor : Edi Faisol

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)