Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Anggota BMA luar biasa Nabire akan kumpulkan para kepala suku

Anggota BMA Luar biasa Kabupaten Nabire, Hubert Wartanoi Jubi/Titus Ruban.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Badan Musyawarah Adat (BMA) luar biasa Kabupaten Nabire akan mengumpulkan para kepala suku di daerah itu.

“Dalam waktu dekat, sebagai program kami adalah kumpul kepala kepala suku dalam rangka pencerahan tentang hukum adat. Selanjutnya, mereka akan meneruskannya kepada masyarakat,” ujar anggota BMA luar biasa Nabire, Hubert Wartanoi kepada Jubi di Nabire. (15/08/2019).

Dia bilang, hukum adat tidak tertulis seperti Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) yang dipelajari dalam dunia pendidikan, namun hukun adat sudah ada dan hadir turun temurun.

“Maka hukum ini berlaku sampai sekarang bahkan dunia kiamat nantinya baru hilang. Itu tidak bisa hilang, tidak bisa diperbaharui, tidak bisa direvisi namun paten dan Orang Asli Papua harus paham itu,” ujarnya.

Loading...
;

Hubert mencontohkan, yang dimaksud dengan orang tidak paham adat seperti, orang tua sedang bercerita atau ada tamu namun anak kecil lalu lalang di depan bahkan ikut nguping. anak dan bapak sama sama mengkonsumsi alkohol dan sebagainya.

Banyaknya terjadi kejadian kriminal, pemerkosaan, pembunuhan, penjarahan, menurutnya juga bukti tidak lagi berlakunya adat. Walaupun sebenarnya sebagian pelakunya adalah orang berpendidikan.

Anggota BMA luar biasa, menurutnya tidak ikut campur dengan urusan pemerintah, politik apalagi Papua Merdeka. Pihaknya lebih lebih fokus mendidik saudara saudara OAP untuk memahami betapa besar manfaat dari adat dan hukum adat dalam kehidupan.

Dia mencontohkan potensi gesekan di kalangan OAP di Nabire. misalkan, ada orang Napan yang pindah dan tinggal di kampung Sima karena satu dan lain hal, katakanlah menikah di sana dan beranak cucu.

“Maka dia sebagai pendatang tidak boleh menguasai akan tanah dan segala isinya. Apalagi memberikannnya kepada investor. Hal ini biasanya terjadi di Nabire bahkan Papua dan itu menimbulkan konflik, ” ujarnya

Karena itu perlu diberikan pemahaman kepada OAP khususnya di Nabire. Banyak sudah persoalan melibatkan anak adat yang berakibat gesekan antar warga sendiri. “untuk itulah tujuan kita ingin menghindari,” ujarnya.

Terpisah, Juru bicara suku Yerisiam Gua, Gunawan Inggeruhi mengapresiasi langkah anggota BMA luar bisa. Menurutnya, nilai nilai tentang hukum adat setempat telah terkikis dengan arus modernisasi.

“Sangat perlu ditanamkan kepada anak anak muda untuk paham dan menghormati adat dan hukum adatnya,” ujarnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top