HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Anggota DPR Papua terpilih jangan hanya terima hak

Ilustrasi Kantor DPR Papua – Jubi/Dok.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Masyarakat Papua berharap para wakil mereka yang duduk di DPR Papua periode 2019-2024 mendatang, benar-benar bersikap sebagai wakil rakyat, menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Tidak hanya datang ke kantor, duduk, dan menerima hak-haknya (gaji dan tunjangan) setiap awal bulan.
Hal itu dikatakan salah satu warga Jayapura, Sefnat Waroi kepada Jubi pada Rabu (14/8/2019).

“Hari ini KPU Papua mengumumkan 55 nama calon legislatif (caleg) terpilih yang akan duduk di DPR Papua lima tahun mendatangan. Kami sebagai masyarakat berharap para anggota DPR Papua periode 2019-2024, tidak lupa pada janji kampanye. Memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi dan kebutuhan rakyat,” kata Sefnat Waroi.

Menurutnya, pengalaman selama ini kebanyakan caleg ketika sudah duduk di dewan mengabaikan konstituennya. Bahkan ada yang sama sekali tidak pernah turun ke daerah pemilihannya, mendengar aspirasi masyarakat yang memilihnya.

“Mungkin takut masyarakat akan minta uang ke dia, kalau dia turun ke daerah pemilihannya. Padahal masyarakat hanya ingin aspirasi mereka didengar, ditindaklanjuti. Bukan hanya didengar kemudian tidak diperjuangkan,” ucapnya.

Loading...
;

Akan tetapi kata Waroi, masih ada juga anggota dewan yang benar-benar peduli pada rakyat. Bertanggung jawab terhadap kepercayaan yang diberikan rakyat, dan memposisikan diri sebagai wakil rakyat. Namun hanya sebagian kecil anggota dewan yang memiliki sikap seperti itu.

“Tapi tidak jarang anggota dewan yang berani bersuara, dianggap pro kelompok tertentu. Melawan hukum yang berlaku dan lainnya. Mungkin inilah yang menyebabkan sebagian besar anggota dewan lain takut bersuara,” ujarnya.

Sementara, Presiden Mahasiswa Universitas Sains dan Tehknologi Jayapura (USTJ), Alexander Gobai kepada Jubi belum lama ini mengatakan, selama ini DPR Papua masih sebatas lembaga penampung aspirasi masyarakat, tanpa tindaklanjut nyata.

“Pada periode lima tahun mendatang, DPR Papua butuh lebih banyak lagi anggota dewan yang berani menyuarakan berbagai masalah di masyarakat dan memperjuangkan aspirasi rakyat,” kata Alexander Gobai.

Minimnya anggota DPR Papua yang berani bersuara selama ini menurutnya, menyebabkan berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak mendapat solusi. (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top