Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Anggota MRP mendukung Presiden berdialog dengan kelompok pro referendum

Sesi foto bersama dalam pertemuan anggota Majelis Rakyat Papua Markus Kajoi dengan jemaat GKII di Jayapura, Papua. – Jubi/Dok. MRP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota Kelompok Kerja Agama Majelis Rakyat atau Pokja Agama MRP, Markus Kajoi mengatakan mendukung pernyataan Presiden Joko Widodo yang siap bertemu kelompok pro referendum kemerdekaan Papua. Gereja Kemah Injil Indonesia meyakini dialog setara di antara para pemangku kepentingan Papua adalah cara terbaik mengakhiri konflik di Papua.

Hal itu dinyatakan Markus Kajoi di Jayapura pada Senin (14/10/2019). Kajoi menegaskan dialog setara itu harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan masalah Papua, termasuk kelompok yang pro kemerdekaan maupun kelompok lainnya. Kajoi menyebut, sejak lama Gereja mendukung dialog sebagai upaya membangun perdamaian di Papua.

“Hanya dialog yang setara [yang dapat] menyelesaikan masalah Papua. Dialog yang setara antara rakyat Papua dan Indonesia. Karena itu, kami mendukung keinginan Presiden bertemu dengan ULMWP dan KNPB, dan libatkan pihak lain juga di Papua,” ungkap Kajoi menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo pada 30 September yang menyatakan siap berdialog dengan kelompok pro referendum kemerdekaan Papua.

Kajoi menyatakan dalam reses MRP pada 19 – 22 September 2019 lalu ia telah bertemu dengan para pimpinan Badan Pengurus Wilayah Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) di Papua. Anggota MRP utusan GKII itu menyatakan GKII melihat konflik yang terjadi di Papua bukan sekadar masalah generasi hari ini.

Loading...
;

“[Kami] memandang peristiwa saat ini [merupakan hasil dari] pengalaman buruk masa lalu. Keputusan-keputusan pemimpin masa lalu dampaknya dihadapi generasi saat ini, ” ungkap Kajoi.

Generasi saat ini, dari pihak manapun, harus melihat kesalahan generasi lalu, dan berupaya menyelesaian masalah yang ditimbulkan kesalahan itu, agar generasi saat ini tidak menjadi bagian dari kesalahan masa lalu itu. “Kita adalah korban. Agar kita [tidak terus] menjadi korban, kita [harus] duduk sama-sama,” ungkapnya serius.

Hasil reses itulah yang menjadi dasar bagi Kajoi untuk menyatakan dukungan atas setiap upaya dialog, baik di antara kelompok yang pro kemerdekaan Papua. Menurutnya, dialog itu juga harus melibatkan kelompok lain yang ada di Papua.

Terkait amuk massa yang terjadi di Wamena, Kajoi menyatakan GKII mendukung jemaatnya untuk mengunjungi gereja GKII di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Papua. “Beri dukungan kepada [warga] yang mengungsi di gereja GKII di Wamena,”ungkapnya.

Ia juga menyerukan warga jemaat GKII untuk tidak terpancing dengan berbagai isu. “Kita mengimbau warga Papua dan GKII tenang,” ungkapnnya.

Sebelumnya, pada 30 September 2019, Presiden Joko Widodo menyatakan siap berdialog dengan kelompok pro referendum kemerdekaan. Pernyataan itu disampaikan Joko Widodo saat memberikan keterangan pers terkait amuk massa yang menyebabkan 33 warga sipil meninggal dunia di Wamena.

“Ya enggak ada masalah, bertemu saja. Dengan siapa pun akan saya temui kalau memang ingin bertemu,” kata Jokowi saat itu.

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai pernyataan Joko Widodo itu sebagai upaya meredam konflik yang terjadi di Papua. “Kalau serius, tarik semua pasukan yang dikirim ke Papua. Bebaskan semua tahanan politik Papua sebagai langkah awal penyelesaian,”ungkap juru bicara Internasional KNPB, Victor Yeimo awal Oktober lalu.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top