Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Anggota MRP minta Komnas Perempuan menginvestigasi nasib pengungsi Nduga

Foto ilustrasi, lambang Majelis Rakyat Papua – Dok. MRP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota Majelis Rakyat Papua, Nikolaus Degei mendesak Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan untuk turun ke lokasi pengungsian ribuan warga sipil dari Kabupaten Nduga. Ribuan warga sipil Nduga mengungsi ke Kabupaten Lanny Jaya, Jayawijaya, Mimika, Yahukimo, dan Asmat sejak Desember 2018 demi menghindari konflik bersenjata antara aparat gabungan TNI/Polri dan kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya.

Degei menyatakan perempuan dan anak merupakan kelompok korban yang paling terdampak operasi pasukan gabungan TNI/Polri mengejar kelompok bersenjata Egianus Kogoya. “Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan harus menginvestigasi kondisi ribuan perempuang dan anak Nduga. “Komnas Perempuan turun dan menginvestigasi nasib perempuan dan anak Nduga yang lari meninggalkan kampung halaman mereka,” ungkap Degei pada pekan lalu.

Degei mengingatkan hingga kini anak-anak Nduga yang mengungsi kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan dan perhatian yang layak dari orangtuanya. “Mereka hidup dalam trauma, tidak terpenuhi haknya sebagaimana anak-anak di daerah aman,” ungkap anggota Panitia Khusus (Pansus) Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Majelis Rakyat Papua (MRP).

Para pengungsi juga menderita penyakit saluran pernafasan dan diare. “Mereka sangat membutuhkan bantuan dan perhatian yang sifatnya segerh dari berbagai pihak. Komnas Perempuan harus menjadi solusi,” ungkapnya.

Loading...
;

Ketua Pansus Hukum dan HAM, Aman Yikwa dalam sidang pleno penutupan masa sidang kedua MRP pada pekan lalu melaporkan keberadaan ratusan ibu,  anak, dan orang usia lanjut dari Nduga mengungsi ke Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya. Dalam laporannya, Yikwa menyatakan data Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga menyatakan hingga 28 Maret 2019 mencatat kelahiran 287 bayi di lokasi pengungsian di Wamena.

Sejumlah 2.103 orang ibu hamil berjalan kaki dari Nduga ke Wamena, menghindari konflik bersenjata di Nduga. Yikwa juga menyatakan keberadaan 1.139 balita, 2.179 remaja, dan 958 orang lanjut usia dari Nduga yang mengungsi ke Wamena. “Jumlah itu [adalah jumlah pengungsi] yang terdata [di Wamena]. Kami tidak tahu [berapa jumlah warga sipil Nduga] yang mengungsi ke Kywage, Asmat, Mimika, dan Yahukimo,”ungkap Yikwa. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top