Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Apa yang terjadi di Ekspo Waena versi mahasiswa

Mahasiswa Papua yang kuliah di Jayapura dan mahasiswa eksodus ketika dijemur oleh TNI dan Polri di taman budaya Ekspo Waena, Senin, 23/9/2019) – Ist

Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Polisi membubarkan mahasiswa eksodus yang berencana membuka posko umum di aula Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen).

Pada pukul 10: 15 waktu Papua, mahasiswa diangkut menggunakan truk dan bus . Mereka hendak diantar ke posko umum di Museum (Taman Budaya) Ekspo Papua.

“Namun sesampainya Ekspo, polisi melarang massa untuk duduki Posko. Terjadi pembubaran paksa sekitar pukul 11.41,” ujar salah satu pengurus BEM Uncen, Alfred kepada Jubi Senin , (23/9/2019).

Pasukan gabungan dari TNI/Polri yang sudah siap di posko mahasiswa eksodus di Ekspo-Waena melakukan pembubaran paksa, mengeluarkan tembakan dan gas air mata

Dalam rekaman kronologi salah satu mahasiswa yang ada pada saat kejadian, diceritakan mereka diangkut dengan menggunakan sekitar 20an truk dan bis dari kampus Uncen ke Ekspo Waena.

Loading...
;

Dia berada di rombongan kendaraan paling terakhir. Saat dua bis paling depan tiba di Ekspo Waena, ternyata di lokasi itu sudah ada gabungan TNI/Polri berlapis-lapis, ditambah dengan kelompok massa. Begitu rombongan mahasiswa itu turun dari bis, mereka langsung disambut tembakan gas air mata, juga pelemparan batu dan botol oleh kelompok massa.

“Makanya teman teman sempat tidak terima, aksi di depan sempat sedikit bentrok, tidak terima dengan hal itu, karena tembakan kiri kanan, lemparan batu dan segala macam makin merajalela, tembakan tembakan itu. Akhirnya langsung massa aksi pecah, yang lari ke arah Waena, semua dapat tahan, ada yang masuk ke aula Ekspo, tapi di sana tidak ada trus keluar lagi, sebagian yang lari ke sebelah kiri, mereka (aparat) sisir terus tembak tembak terus, terus teman tiga orang tu kena tembakan sampai mati di tempat yang lain kena luka,” ujarnya dalam rekaman itu..

Sedangkan rombongan mahasiswa yang ada di kendaraan paling belakang, juga menurutnya sudah bermandi tembakan gas air mata. Mereka kemudian menyusup ke tepi, membantu meloloskan rekan-rekan mereka yang mahasiswi untuk menyelamatkan diri.

Sebagian dari mereka diselamatkan di rumah-rumah warga. “Saya pas cuci muka di belakang langsung ibu satu keluar tarik masuk, nanti dari situ, baru cas batre (ponsel), kontak kontak teman teman terus pindah pindah, karena penyisiran ke rumah sempat terjadi,” ujarnya .

Mahasiswa lain yang ikut diangkut dari dengan bis dari Uncen ke Ekspo Waena juga menyebutkan hal yang sama. Saat rombongan mahasiswa turun dari kendaraan, ternyata di depan mereka sudah ada sekelompok massa. Hal itu menurutnya turut menjadi pemicu.

“Karena gas air mata sudah ditembak kiri kanan, kami turun tuh sudah mandi gas air mata, sempat menghindar lari ke rumah rumah warga, “ ujarnya.

Mahasiswa lain yang kini sedang berada di Mako Brimob juga bercerita, Mahasiswa yang tiba duluan di Ekspo, awalnya masih biasa saja saat turun dari bus . Tetapi, protes kemudian dilontarkan ke aparat Brimob karena aparat sudah menduduki (penuhi) halaman dalam Museum Expo, di mana tempat tersebut sudah dijadikan tempat/posko mahasiswa eksodus.

Sementara di jalanan itu, juga sudah ada masyarakat berpakaian biasa (sipil) dan membawa alat tajam seperti parang. Serta ada sekitar 8 motor, berpakaian sipil juga, yang ada di lokasi.

Mahasiswa minta Brimob keluar. Aparat tetap bertahan. Adu mulut pun tidak terhindarkan. Dia bilang, salah satu orang yang bawa motor itu turun dan membawa besi kemudian memukul helm (kepala) seorang anggota Brimob.

Pemukulan itu kemudian memicu aparat keluarkan gas air mata. Dan disusul rentetan tembakan. Mereka berlarian ke mana-mana.
Saat kondisi mulai chaos, sebagian mahasiswa yang sudah masuk di halaman Museum Expo memang melempari batu ke arah aparat. Dari aparat melempar gas air mata. Ada juga bunyi tembakan.

Dia mengatakan, jumlah mahasiswa yang sementara ditahan di dalam Mako Brimob, terdiri dari perempuan 62 orang dan laki-laki 701 orang. Total sebanyak 763 orang.

Kantor Berita Antara melaporkan jumlah yang berbeda. Disebutkan, mahasiswa ditahan sejumlah sebanyak 733 orang.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal di Jayapura, Selasa (24/9/2019) mengatakan penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap mereka .

Satu anggota TNI dan tiga warga sipil tewas dalam insiden itu.

Kata Kamal, pada awalnya petugas memprediksi pemulangan mereka dari halaman Uncen berlangsung aman.

“Awalnya memang aman namun saat pendemo diturunkan di sekitar jembatan expo, Waena, tiba tiba mereka menyerang aparat keamanan dan brimob yang bertugas pengamanan di kawasan itu,” kata Kombes Kamal memberi versi pihak kepolisian.(*)

Yuliana Lantipo dan Kristianto Galuwo turut  berkontribusi dalam artikel  ini. 

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top