Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Aparat jangan berlebihan mengamankan Natal

Ilustrasi beribadah di gereja – pexels.com.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Presiden Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Pendeta Dorman Wandikbo meminta pihak keamanan tidak melakukan pengawalan khusus terhadap peribadatan Natal di gereja. Tindakan itu dikhawatirkan menimbulkan ketidaknyamaan dan memegaruhi konsentrasi warga saat beribadah.

“Gereja itu tempat ibadah, dan Tuhan itu tidak perlu dijaga. Justru kita yang meminta pertolongan dan memohon perlindungan kepada DIA,” kata Wandikbo kepada Jubi, Minggu (8/12/2019).

Wandikbo berharap pihak keamanan tidak melakukan tindakan kontraproduktif sehingga menimbulkan kecemasan warga. Mereka akan merasa tertekan dalam merayakan Natal.

“Mereka (aparat keamanan) sendiri yang menciptakan (memicu) konflik, tetapi mereka sendiri pula yang menjaga (mengatasinya). Hal seperti itu tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Wandikbo menambahkan pengamanan terhadap gereja sebaiknya diserahkan kepada pihak internal. Gereja bisa memberdayakan organisasi pemuda mereka untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama peribadatan. “Keberadaan aparat bersenjata lengkap justru bisa membuat jemaat enggan datang beribadah.”

Loading...
;

Anggota DPR Papua Nioluen Kotouki menegaskan gereja bukan tempat penampungan atau mendidik para pengacau keamanan. Fungsi gereja tidak berbeda dengan rumah ibadah agama lain.

“Kita harus menjunjung tinggi toleransi beragama. Jadi, jangan memandang gereja sebagai simbol perlawanan terhadap negara,” kata Kotouki. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top