Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Aparat keamanan akan kawal pemberangkatan mahasiswa eksodus

Kelompok Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura menghadang 27 mahasiswa eksodus yang akan diberangkatkan kembali ke kota studi di luar Papua oleh PAK-HAM Papua, Sabtu (11/1/2020). – Dok. Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Senin – Aparat keamanan akan mengawal pemberangkatan para mahasiswa eksodus yang ingin kembali ke kota studi di luar Papua untuk melanjutkan kuliahnya. Langkah itu diambil menyusul insiden penghadangan terhadap sejumlah mahasiswa eksodus yang akan meninggalkan Papua untuk kembali berkuliah pada Sabtu (11/1/2020).

Hal itu disampaikan Ketua Perhimpunan Advokasi Kebijakan dan Hak Asasi Manusia (PAK-HAM) Papua, Matius Murib kepada Kantor Berita Antara di Jayapura, Senin (13/1/2020). “Kami sangat menyayangkan penghadangan serta perampasan tiket dan ‘boarding pas’ milik mahasiswa sehingga mereka tidak bisa kembali ke kota studinya,” kata Murib.

Ia menyatakan kasus penghadangan itu telah dilaporkan kepada Kepala Kepolisian Daerah Papua dan Panglima Kodam XVII/Cenderawasih. Murib menyatakan pemulangan mahasiswa nantinya akan dikawal aparat keamanan hingga mereka masuk ke dalam pesawat.

Matius Murib mengaku ia sudah tiga kali ditemui kelompok  Posko Induk Mahasiswa Eksodus yang meminta PAK-HAM menunda pemberangkatan mahasiswa eksodus kembali ke kota studi di luar Papua. Alasannya, para mahasiswa eksodus harus menunggu pembicaraan kelompok  Posko Induk Mahasiswa Eksodus dengan Gubernur Papua Lukas Enembe, Dewan Perwakilan Rakyat Papua, dan Majelis Rakyat Papua. Akan tetapi, pada Sabtu PAK-HAM tetap memberangkatan sejumlah mahasiswa eksodus ke luar Papua, hingga terjadi penghadangan oleh kelompok  Posko Induk Mahasiswa Eksodus.

Rencana aparat keamanan mengawal para mahasiswa eksodus yang ingin meninggalkan Papua juga disampaikan Ketua Koordinator Pemulangan Mahasiswa Eksodus asal Papua, Pdt Alexander Maury, Senin (13/1/2020). Maury mengaku terjadinya insiden penghadangan pada Sabtu menyebabkan 11 mahasiswa eksodus gagal berangkat menuju kota studi.

Loading...
;

Maury membenarkan bahwa pada Sabtu Kantor Perhimpunan Advokasi Kebijakan dan Hak Asasi Manusia (PAK-HAM) Papua di Padang Bulan, Jayapura, didatangi sekitar 15 orang. Mereka memprotes rencana PAK-HAM memberangkatkan sejumlah mahasiswa eksodus untuk kembali ke kota studi di luar Papua. “Bahkan kelompok tersebut juga ke Bandara Sentani dan mengambil serta merampas tiket dan boarding pass milik mahasiswa,” kata Maury.

Sejak persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua terjadi di Surabaya pada 16 dan 17 Agustus 2019, ribuan mahasiswa Papua yang berkuliah di luar Papua melakukan eksodus dan pulang ke Papua. Kepolisian Daerah Papua memperkirakan jumlah mahasiswa eksodus yang meninggalkan berbagai perguruan tinggi di luar Papua itu mencapai 3.000 orang. Sementara Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura menyatakan jumlah mahasiswa eksodus di Papua mencapai 6.000 orang.

Pasca eksodus itu, sebagian besar mahasiswa eksodus bertahan di Papua, dan sebagian kecil lainnya kembali ke kota studi di luar Papua untuk melanjutkan kuliah. Sejak Agustus 2019, kelompok Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura terus menyeru agar semua mahasiswa eksodus solid dan bertahan di Papua. Akan tetapi, mereka belum pernah menghadang atau menghalangi mahasiswa eksodus lain yang ingin kembali ke kota studinya masing-masing.

Situasi berbeda terjadi pada Sabtu, ketika sejumlah orang dari kelompok  Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura menghadang 27 mahasiswa eksodus yang akan berangkat menuju kota studi. Para anggota kelompok  Posko Induk Mahasiswa Eksodus bahkan sempat mengejar para mahasiswa eksodus yang telah tiba di Bandara Sentani.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top