Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

APSI menilai Kota Jayapura kekurangan pengawas sekolah

Pengawas sekolah di Kota Jayapura saat beraktivitas. – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pengawas sekolah sangat penting untuk kemajuan pendidikan, sebagai pengawal kebijakan yang dilakukan di sekolah sesuai dengan tupoksinya, yaitu supervisi, pemantauan, penilaian, bimbingan dan pelatihan guru dan kepala sekolah.

Kondisi itu, tentunya menjadi dilema di saat banyak harapan yang digantungkan, agar pendidikan di Kota Jayapura terus naik kualitasnya.

Berdasarkan data Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kota Jayapura, pengawas sekolah di Kota Jayapura sampai tahun ini masih terbatas atau kekurangan tenaga.

“Jenjang SD cuma ada lima orang, SMP enam orang. Kalau jenjang TK sudah pensiun semua. Jadi tidak ada pengawasnya. Ini baru mau perekrutan,” kata Sekretaris APSI Kota Jayapura, Muhamad Qomarudin, di Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (6/11/19).

Loading...
;

Dijelaskan Muhamad, idealnya satu pengawas untuk 10 sekolah (jenjang SD), sedangkan jenjang SMP, satu pengawas untuk satu mata pelajaran (mapel). Agar bisa mengawasi setiap jenjang pendidikan di Kota Jayapura, satu pengawas harus mengawasi 14 bahkan sampai lebih dari 20 sekolah.

“PAUD ada 83, TK 63 SD ada 96, SMP ada 36. Pokoknya tidak sebanding dengan pengawas yang ada,” ujarnya.

Melihat jumlah sekolah yang banyak bila dibandingkan dengan pengawas yang sedikit, dikatakan Muhamad, pemerintah daerah harus segera merekrut pengawas baru.

Hanya saja prosedur perekrutan pengawas ini sekarang tidak seperti dulu (pemerintah daerah tidak secara langsung mengangkat pengawas), tapi melalui diklat calon pengawas di LP2KS, pengawas sekolah sudah S1 atau S2, kepala sekolah pengalaman empat tahun dan berprestasi.

“Paling tidak SD harus tambah lima orang lagi, PAUD dan TK harus 10 orang, kalau SMP sudah cukup pengawasnya,” jelasnya.

Pengawas SMP, Benoni Imbiri, menyatakan pengawas sekolah memastikan apakah kedalaman materi yang disampaikan guru itu sudah pas atau tidak.

“Katakanlah mata pelajaran bahasa Indonesia kemudian melakukan supervisi terhadap mata pelajaran matematika, sehingga harus ditambah sesuai bidang studi,” ujarnya.

Meski demikian, di usia APSI ke-17 peran pengawas khususnya di Kota Jayapura akan lebih ditingkatkan, dalam membantu guru dan kepala sekolah mengimplementasikan kurikulum 2013. (*)

Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top