HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

AS berencana kerahkan militer terkait Iran

AS berencana kerahkan militer terkait Iran

Ilustrasi tentara AS, pixabay.com

Washington telah meningkatkan tekanan terhadap Teheran melalui penerapan sejumlah sanksi.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Washington, Jubi  – Menteri Pertahanan sementara Amerika Serikat Patrick Shanahan, telah menyampaikan rencana terbaru militer, yang mengarah pada pengiriman 120.000 tentaranya ke Timur Tengah. Hal itu dilakukan jika Iran menyerang pasukan AS atau mempercepat pengerjaan senjata nuklir.

Rencana diperbarui atas perintah dari kalangan garis keras pimpinan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, tulis New York Times, Senin (13/5/2019).

Baca juga : Jadi mata-mata Inggris, warga Iran dihukum 10 tahun penjara

Iran akui penderitaan akibat tekanan AS

Mesir keluar dari koalisi keamanan anti-Iran

Rencana itu tidak berisi desakan agar AS melakukan serbuan darat ke Iran, menurut New York Times. Dalam beberapa pekan belakangan ini, Washington telah meningkatkan tekanan terhadap Teheran melalui penerapan sejumlah sanksi, pernyataan keras serta ancaman pengerahan militer.

“Shanahan sudah setuju soal pengiriman landasan kendaraan amfibi dan sistem pertahanan udara ke Timur Tengah,” kata markas Departemen Pertahanan AS, di Pentagon  dalam pernyataan pada Jumat pekan lalu.

Pengerahan itu diputuskan beberapa hari setelah Gedung Putih mengumumkan akan mengirimkan unit pengebom dan kapal perang Abraham Lincoln ke kawasan itu.

Presiden Iran Hassan Rouhani pekan lalu mengumumkan bahwa Iran menarik diri dari ketentuan pembatasan soal kesepakatan nuklir Iran soal cadangan uranium serta pasokan air negara itu. Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, keluar dari kesepakatan nuklir Iran yang didukung oleh Dewan Keamanan PBB dan dicapai pada 2015. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)