Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Asmat dan Merauke diminta segera bentuk BPBD

Informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG – Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua meminta Pemerintah Kabupaten Asmat dan Merauke segera membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD. Kedua daerah ini dinilai sangat rentan bencana alam.

Kepala BPBD Papua, Welliam Manderi menyatakan dari 29 kabupaten/kota di Papua, tinggal Kabupaten Asmat dan Merauke yang tidak memiliki BPBD. “Untuk Papua, tinggal dua kabupaten ini yang belum membentuk. Sedangkan 27 kabupaten termasuk kota sudah membentuk,” kata Welliam Manderi di Jayapura, Kamis (14/11/2019).

Manderi menyatakan pihaknya telah bersurat kepada Pemerintah Kabupaten Asmat dan Merauke untuk segera membentuk BPBD. Pembentukan BPBD itu sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

“Undang-undang sudah jelas mengamanatkan setiap pemerintah daerah membentuk BPBD. Apalagi Bumi Cenderawasih masuk dalam wilayah rawan bencana alam. Jika tidak memiliki BPBD, bisa diperkirakan jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam kedua pemerintah kabupaten itu tidak dapat menangani bencana secara maksimal,” sambungnya.

Loading...
;

Secara terpisah, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura, Petrus Demon Sili mengatakan perbedaan musim yang jelas antara musim hujan dan kemarau hanya dialami oleh wilayah-wilayah yang masuk dalam Zona Musim (ZOM). Sedangkan wilayah yang tidak mengalami perbedaan musim yang jelas antara musim hujan dan musim kemarau masuk dalam wilayah Non ZOM.

Berdasarkan hasil prakiraan musim untuk Papua dan Papua Barat, waktu dimulainya musim hujan pada beberapa wilayah di Papua berbeda antara satu wilayah dan wilayah lainnya. Musim hujan dan musim kemarau erat kaitannya dengan angin Monsun Baratan dan angin Monsun Timuran. Saat Monsun Timuran dikenal dengan musim kemarau. Sebaliknya, saat musim hujan tiba ditandai dengan arah angin yang bertiup dominan dari arah Barat.

“Angin baratan umumnya berlangsung dari Oktober hingga Maret setiap tahunnya sehingga musim hujan umumnya terjadi pada bulan-bulan tersebut, namun awal masuknya musim hujan di tiap wilayah pun berbeda,” kata Petrus.

Pada periode musim angin baratan juga, peluang terjadinya angin kencang dan gelombang tinggi umumnya juga lebih besar. Hal itu disebabkan massa udara dari Asia bersifat basah, memungkinkan pertumbuhan awan hujan, terutama awan Cumulonimbus. Awan Cumulonimbus dapat menyembabkan hujan lebat dan angin kencang juga cukup besar.

Pada periode musim hujan juga, risiko terjadinya gangguan tropis di wilayah perairan cukup besar. Hal itu juga dapat menimbulkan terjadinya angin kencang dan gelombang tinggi, baik di wilayah perairan utara maupun perairan selatan Papua.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati beraktivitas selama musim penghujan terutama saat puncak musim penghujan tiba. Terlebih bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor. Demikian juga bagi nelayan yang akan melakukan aktivitas di wilayah perairan. Kami imbau untuk selalu memperhatikan informasi cuaca yang dirilis oleh BMKG,” sambungnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top