ASN Yahukimo yang bekerja di tambang emas akan ditindak tegas

ASN Yahukimo yang bekerja di tambang emas akan ditindak tegas

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Dekai, Jubi – Bupati Yahukimo, Abock Busup memperingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah kabupaten yang kerap malas melaksanakan tugas sebagai pelayan publik.

Menurut Bupati, dia banyak menerima laporan tentang ASN yang lebih memilih melakukan aktivitas penambangan emas di wilayah Korowai. Bahkan, beberapa ASN secara berani menggunakan mobil dinas untuk mengangkut logistik ke tempat penambangan emas.

“Kami sudah indentifikasi orang-orangnya. Kita sudah tahu, tapi tidak sebutkan nama di sini. Maka itu hati-hati, mulai sekarang,” tegas Bupati Abock di Kantor Bupati, Selasa (11/12/2018) lalu.

Dikatakan Bupati, jika mengacu pada aturan, jam masuk ASN adalah pukul 07.30. Apalagi Pemerintah sudah menaikkan insentif bagi ASN menjadi Rp250 Milyar. Ia menyayangkan masih ada ASN yang malas masuk kantor, dan melakukan aktivitas diluar libur kantor.

“Mobil dinas yang diberikan adalah untuk masuk kantor serta melakukan pelayanan publik. Mobil dinas tidak diberikan untuk tujuan Bisnis atau dipake untuk melakukan penambangan emas. Maka itu mulai tahun 2018 ini, segera dihentikan, aktivitas penambangan emas di Korowai,” kata Busup.

Penegasan ini, kata Bupati sudah sesuai dengan MoU yang ditandatangani sejumlah pihak pada 1 Mei 2018 lalu. Dalam MoU yang disepakati Pemerintah bersama Kapolda, Kejaksaan, Gubernur, Bupati, Walikota, Ketua DPR, Kapolres, Dandim menyebutkan, bahwa barang siapa diketahui melakukan aktivitas ilegal Loging, Ilegal Mining maka orang tersebut harus segera ditangkap.

“Untuk itu, mulai sekarang aktivitas yang belum ada izin agar segera dihentikan, wilayah ini dilindungi oleh undang-undang. Kita ada di negara kesatuan Republik Indonesia dan negara hukum sehingga hati-hati,” tegas Bupati.

Sementara itu, Juru bicara dari Ikatan Suku Una, Kopkaka, Armtap, Aropkor, Mamkor, Momuna (IS Ukam), Panuel Maling mengharapkan sesuai arahan Bupati itu, aktivitas penambangan ilegal di wilayahnya segera dihentikan.

“Memang selama ini kami, demo, kadang tahan mobil ASN. Mereka menjadi fasilitator dan terlibat dalam penambangan ilegal. Uang yang digajikan oleh negara dipakai untuk belanja alat-alat dan bahan-bahan makanan di sana. Mereka ini harus ditindak tegas, karena mereka terlibat di dalam,” kata Panuel Maling kepada Jubi, Minggu (16/12/2018).

Ia berharap komitmen yang dijanjikan Pemerintah bisa direalisasikan dengan benar hingga ke akar rumput. (*)

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)