Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Asrama mahasiswa Yahukimo di Kota Jayapura buka posko

Ilustrasi. Aksi demo rakyat Papua di kota Jayapura mengutuk dan meminta keadilan atas perlakuan rasis terhadap mahasiswa Papua di Malang – Jubi/Agus Pabika.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Asrama mahasiswa putra Yahukimo di Perumnas III Waena Kota Jayapura telah membuka posko sejak Senin (9/9/2019). Mereka siap menampung mahasiswa Yahukimo yang selama ini menempuh studi di beberapa kota di luar Papua, yang saat ini sedang dalam perjalanan pulang ke Papua.

Ommixzon Balingga, mahasiswa penghuni asrama Yahukimo yang ditunjuk sebagai koordinator menerimaan mahasiswa Yahukimo di luar Papua, mengatakan saat ini para mahasiswa se Jawa dan Bali sedang dalam perjakanan pulang ke Papua.

“Kami buka posko eksodus sementara khusus untuk mahasiswa dan mahasiswi Yahukimo yang sementara dalam perjalanan pulang ke Papua,” jelas Ommixzon saat ditemui Jubi, Rabu (11/9/2019).

Ommixzon Balingga minta kepada para aktivis kemanusian sosial, organisasi kepemudaan (OKP), dan asrama mahasiswa lain agar segera membuka posko eksodus mahasiswa untuk menampung mereka.

Loading...
;

“Kami mahasiswa Yahukimo akan menampung sekitar 1.000 lebih mahasiswa dari berbagai wilayah di Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Bali, dan daerah lainnya. Volume mahasiswa Yahukimo hanya yang ada dikontrak pemerintah atau asrama,” ucap Ommixzon.

Ommixzon mengatakan belum menghitung jumlah mahasiswa yang kost mandiri.

“Kami mengimbau mahasiswa Yahukimo tidak terprovokasi dengan situasi saat ini. Kami berharap mereka bisa pulang dengan aman dan bertemu orangtua masing-masing,” jelasnya  dalam rilis yang diterima Jubi.

Sementara itu, Ketua asrama mahasiswa putra Yahukimo di Perumnas III Waena Kota Jayapura, Zeth Giban, pengurus asrama telah sepakat menerima dan menampung para mahasiswa Yahukimo sebelum mereka dipulangkan ke orangtua masing-masing.

Jika ada mahasiswa Yahukimo yang sudah datang duluan bisa ke asrama mahasiswa putra  Yahukimo dengan alamat Perumnas III Waena Kota Jayapura, untuk melaporkan diri dengan badan pengurus dan koordinator yang telah ditunjuk,” tuturnya.

Perwakilan mahasiswa senior, Stracky Yally, menyatakan sepakat dengan apa yang dilakukan adik-adik mahasiswa Yahukimo.

“Saya sepakat dengan apa yang dibuat oleh badan pengurus asrama mahasiswa Yahukimo. Jika nyawa mereka terancam tidak salahnya mereka datang dan bisa kuliah di Papua Barat. Banyak kampus seperti yang ada di Jawa, seperti Uncen, Unipa, dan kampus swasta lain,” ucap Stracky.

Sudah jelas mereka mendapat perlakuan rasis dan intimidasi. Di wilayah Pasifik terbuka bagi orang asli Papua untuk kuliah di sana tanpa mendapatkan perlakuan rasis dan intimidasi.

“Apabila mereka pulang, kami akan terus tagih janji Gubernur Papua, Bapak Lukas Enembe, untuk diakomodir dan mengirim mahasiswa Papua ke wilayah Pasifik,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top