Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Asrama Putra Mahasiswa Lanny Jaya rusak dan menunggak listrik

Mahasiswa Lanny Jaya ketika memberikan keterangan pers di halaman Asrama Putra Mahasiswa Kabupaten Lanny Jaya. – Jubi/ Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sejumlah mahasiswa penghuni Asrama Putra Mahasiswa Lanny Jaya di Waena, Kota Jayapura, Papua, mengeluhkan gedung asramanya yang rusak pasca hujan deras meruntuhkan talut dan merusak pondasi asrama mereka. Para mahasiswa mulai membatasi aktivitas di dalam asrama, karena khawatir gedung asrama runtuh. Para mahasiswa juga mengeluhkan tunggakan listrik asrama.

Asrama Putra Mahasiswa Lanny Jaya merupakan salah satu bangunan asrama mahasiswa termegah di Kota Jayapura, terdiri dari dua bangunan berlantai dua yang memiliki puluhan kamar hunian. Pada 16 Maret 2019, saat hujan ekstrem menyebabkan banjir bandang di Kabupaten Jayapura, talut Asrama Mahasiswa Lanny Jaya di Waena, Kota Jayapura, itu runtuh.

Akibatnya, pondasi bagian belakang aula asrama, dapur, dan rumah pembina asrama rusak, sehingga bangunannya retak. “Kami juga kekurangan air bersih untuk keperluan sehari-hari,” ujar Sekretaris Asrama Mahasiswa Lanny Jaya, Amos Weeda di Jayapura, Senin (6/5/2019).

Wenda mengaku, bahwa pihaknya sangat terganggu dengan kondisi bangunan tersebut. Para mahasiswa penghuni asrama tidak mau menggelar kegiatan di aula asrama, karena takut. “Kami takut dan merasa terganggu dengan kondisi asrama demikian. Kami khawatir apabila hujan lebat terjadi lagi, bangunan ini bisa runtuh,” katanya.

Loading...
;

Wenda juga meminta Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya untuk segera membayar tunggakan listrik asrama. PLN telah mengirimkan surat tagihan listrik sejak Oktober 2018 hingga Mei 2019 senilai Rp11 juta. “Asrama sudah diperingatkan oleh pihak PLN. Kami sangat mengharapkan pemerintah segara melunasi tunggakan liistrik ini,” katanya.

Wenda menuturkan para mahasiswa di asrama itu sejak Desember 2018 tidak lagi menerima dana bantuan program Lanny Jaya Cerdas.  Para mahasiwa juga mengeluh karena tidak ada lagi bantuan beras dari Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya.

“Kami sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah, terutama bantuan makanan berupa beras. Sejak beberapa bulan terakhir, tidak ada bantuan dari pemerintah. Kami mengupayakan (beras) sendiri. Kami kadang lupa, mau mengurus bahan makanan atau mau kuliah. Seharusnya pemerintah tidak tinggal diam. Kami juga tidak menerima dana Lanny Jaya cerdas. Kami terakhir kali menerima dana itu pada November 2018,” kata Wenda.

Penghuni asrama lainnya, Hendrianus  Wanimbo juga meminta Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya segera mengucurkan lagi dana bantuan Lanny Jaya Cerdas. “Hampir 80 persen dari kami tidak mendapatkan bantuan itu  sejak tahun 2018,” katanya.

Wanimbo mengatakan,  isu yang beredar di luar bahwa mahasiswa Lanny Jaya suka mabuk di lingkungan asrama tidak benar. “Saya sangat marah mendengar kabar itu, sebab kondisi kami di sini aman, tidak pernah mabuk,” katanya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top