Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Asrama Tolikara menjadi tempat korban banjir bandang mengungsi

Sejumlah korban banjir bandang Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, mengungsi ke Asrama Tolikara di Kota Jayapura. – Jubi/Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi –  Pasca banjir bandang yang menjerang Kabupaten Jayapura, Papua, pada 16 Maret 2019 lalu, ribuan orang masih mengungsi dari tempat tinggalnya yang telah rusak, atau masih digenangi banjir. Para pengungsi banjir bandang Sentani tersebar di berbagai lokasi, termasuk di Asrama Tolikara di Waena, Kota Jayapura.

Sebagian dari pengungsi yang kini bertahan di Asrama Tolikara (Astol) adalah warga dari Jalan Sosial, Kali Kemiri, Toladan, dan Doyo. Lina Wenda, salah satu pengungsi dari Kolam Kangkung, Sentani, Kabupaten Jayapura yang ditemui Jubi di Astol masih mengingat bagaimana banjir bandang menerjang sembilan kelurahan di Kabupaten Jayapura, 16 Maret silam.

“Malam itu, turun hujan, dan kami sekeluarga sudah tidur. (Hujan terus turun, dan membanjir rumah kami), air naik hingga setinggi lutut. Saya menyuruh anak-anak keluar rumah. Lama kelamaan  di dalam rumah sampai di perut lama kelamaan air naik hingga batas leher saya dan suami keluar,” katanya di Jayapura, Kamis (28/3/2019).

Lina Wenda mengatakan, setelah melihat air naik. Langsung ungsikan anak anak ke tempat pengungsian di Asrama Tolikara malam itu juga. “Malam itu juga saya dengan suami saya ungsikan anak-anak dari tempat ini ke Asrama Tolikara. Sampai sekarang kami masih bermukim disini,” katanya.

Loading...
;

Lina mengatakan, dirinya mencoba menyelamatkan barang barang rumah. Namun tidak mempan akhirnya. Ia, meninggalkan rumah dan seisinya. ” Saya punya rumah masih berdiri. Tetapi sementara ini air masih tergenang. Barang-barang semuanya termasuk peralatan rumah tangga semua di bawah air,” katanya.

Lina menceritakan tentang tetangganya yang mengalami nasib yang sama. “Tetangga saya ada yang mengungsi ke Arso, Abe, dan tersebar di beberapa tempat lainya,” katanya.

Selama di Asrama Tolikara, Lina telah beberapa kali menerima bantuan dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa Universitas Cenderawasih, dan para mahasiswa Papua yang berkuliah di Maluku. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami Semoga Tuhan membalas kebaikan bapak ibu serta adik-adik anak-anak sekalian,” katanya.

Ketika ditanya tentang rencana relokasi warga oleh gubernur provinsi Papua. Dirinya mengaku belum mengetahui tentang hal itu. “Kami belum mendengar rencana relokasi dari Gubernur Papua terjadi apabila situasi sudah aman kondusif kami akan kembali ke tempat kami di Kolam Kangkung, Sentani, Kabupaten Jayapura,” katanya.

Ketua Asrama Tolikara (Astol) Melison Wenda mengatakan, pihaknya tidak hanya menampung masyarakat dari Sentani tetapi mereka menampung masyarakat yang terkena luapan Danau Sentani.”Sudah hampir seminggu kita tinggal bersama dengan mereka di Asrama. Banyak bantuan yang datang untuk mereka,” katanya.

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top