Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Atlet bulutangkis Nabire genjot latihan, persiapan PON 2020

Ilustrasi, salah satu pertandingan bulutangkis di Nabire – Jubi/Titus Ruban

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Latihan rutin atlet bulutangkis di Nabire tetap dilaksanakan. Setiap hari, mulai sejak pukul 16.00 hingga pukul 21.00 para atlet melatih dirinya di Gedung Olah Raga, Jl. Trikora Nabire.

Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Cabang Nabire, Suroso Miswan, mengatakan selain latihan rutin, pihaknya juga terus mempersiapkan atletnya untuk menghadapi PON Papua 2020 nanti.

“Atlet terus berlatih, selain untuk meningkatkan kemampuan dalam bertanding tetapi juga untuk mempersiapkan diri ketika ada seleksi di tingkat provinsi dalam seleski pemain bulutangkis untuk PON nanti,” ujar Suroso, saat di temui Jubi di Nabire, Senin (25/2/2019) malam.

Hanya saja, menurut Suroso, sejauh ini PBSI Nabire belum mendapat informasi dari PBSI provinsi terkait rekrutmen atlet. Hal ini dikarenakan di tingkat provinsi, kepengurusan belum dilantik. Baru penyusunan dan rencana pelantikan pengurus.

Loading...
;

“Pengprov Papua masih disibukkan oleh mengurus SK dan rencana pelantikan. Ini komunikasikan dengan sekretaris terpilih,” terangnya.

Suroso mengatakan agenda pertamanya adalah pelantikan. Sedangkan kegiatan pembinaan belum bisa dipastikan kapan akan terlaksana.

“Walaupun dengan kondisi seperti, kabupaten selalu siap diri dan terus berlatih sambil menunggu jadwal pertandingan atau seleksi yang akan digelar oleh pemprov,” katanya.

Soal rekrutmen atlet PON, Suroso berharap,ada perubahan sistem rekrutman atlet yang nantinya akan mewakili provinsi Papua. Menurut dia, sebenarnya atlet daerah cukup banyak berpotensi. Hanya saja, ketika megikuti seleksi, kadang kala dikaget dengan hasil yang diperoleh.

“Seleksi tidak ada, tetapi atlet sudah terpilih. Kejadian seperti ini kami kadang bertanya, apa cara yang mereka dalam menyeleksi. Ataukah ibu kota provinsi saja yang dipilih, ataukah dasarnya apa,” kesalnya.

Suroso menambahkan ada berkembang saat pelaksanaan musprov bahwa bulutangkis juga belum ada kepastian tentang atlet yang disiapkan nanti.

“Waktu di musprov, isu yang berkembang belum ada kepastian nama atlet yang dipersiapkan. Di satu sisi seperti itu, di sisi lain kami mendengar ada rumor isu di Papua yang namanya program Papua emas. Ini di daerah bingung dan bagaimana dengan atlet-atlet lokal bisa menyumbangkan prestasinya.

Terpisah, Ayu, seorang atlet bulutangkis di Nabire, menyatakan kecewa terhadap pengprov PBSI Papua yang jarang mengadakan pertangdingan. Nanti jika ada event, tiba-tiba sudah ada perwakilan.

“Ini yang kami sebagai atlet kurang puas dengan provinsi. Tapi saya bersyukur, walau demikian, masih bisa ikut tanding di luar Papua, biarpun belum dapat juara,” tandasnya. (*)

Editor : Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top