Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Atlet cabor petanque PON Papua target sumbang emas

Ferdrika Novela Usyor (kiri) saat foto bersama dua atlet lain dalam tim petanque Papua – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Tim cabang olahraga (cabor) Petanque Papua yang akan berlaga di PON XX/2020 berharap bisa menyumbangkan medali emas.

“Kita ada 11 tim (yang akan bertanding) di nomor masing-masing. Saya di double mix. Nomor double mix bisa dua perempuan atau dua laki-laki dan satu perempuan,” jelas Ferdrika Novela Usyor, salah satu dar 11 atlet Petanque, saat ditemui Jubi. Senin (2/9/2019).

Perempuan berusia 24 tahun asal Biak ini mengatakan Petanque merupakan cabor baru.

“Petanque ini cabor baru. (Permainan) ini dari negara Prancis dan baru saja (masuk ) di Papua. Ini juga yang pertama mengikuti PON,” jelas Ferdrika.

Loading...
;

Kata mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) jurusan Keolahragaan ini mengatakan cabor Petanque sudah pernah diikutkan di beberapa daerah seperti Bali dan Jabar.

“Saya kemarin ikut di Surabaya dan puji Tuhan saya bawa juara tiga,” jelasnya.

Saat ini Ferdrika bersama 186 atlet lainnya sedang mengikuti Caracter Building and Achievement Motivation Training di Rindam XVII Cenderawasih.

Dengan berada di Rindam Cenderawasih untuk digembleng fisik dan mental, ia berharap ada perubahan yang baik baginya.

“Saya secara pribadi berterima kasih karena dengan seperti ini mental kita dibentuk dengan baik sehingga ketika kita berhadapan dengan atlit lain itu mental kita tidak goyah. Di saat nanti kita hadapi PON, sehingga mental kita bisa dikikis dengan baik,” jelasnya.

Ferdrika juga mengatakan mereka berharap dapat menyumbangkan emas di PON mendatang bagi Tanah Papua.

Sementara itu, Kolonel CAC dr Suryanto, Ketua Tim Psikologi, mengatakan kegiatan ini bertujuan membentuk kemampuan teknik dan taktik bersama pelatih sebelum bertanding.

“Membentuk psikologi mental sebelum bertanding, untuk bagaimana mengatasi stress, kecemasan, beban, dan lain-lain,” jelasnya kepada wartawan di Sentani, Senin (2/9/2019).

Dengan pembekalan itu semua kemampuan yang dimiliki atlet ini dapat diterapkan semua dengan baik.

“Dua hari kemudian kami membangun militansi sebagai orang Papua dan orang kulit hitam,  dengan semboyan Papua juara, sehingga kami datangkan pelatih yang profesional,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top