Awas ! Ada logam berat pada ikan bulanak di Teluk Youtefa

Awas ! Ada logam berat pada ikan bulanak di Teluk Youtefa

Ilustrasi jembatan Youtefa-Jubi/ist

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Riset peneliti dan dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih, Dr Hazmi, Skm Mks pada 2014 menyimpulkan ikan dan kerang di Teluk Youtefa, perairan Kota Jayapura, Papua, telah tercemar kandungan logam berat Plumbum atau timbal.

“ Kondisi ini diperparah lagi dengan perilaku warga yang membuang sampah langsung ke empat sungai yang mengalir ke Teluk Youtefa. Apalagi Teluk Youtefa berbeda dengan pantai Hamadi yang langsung terkena ombak sehingga sampah bisa terbawa arus,”katanya dalam Diskusi Identifikasi Permasalahan Lingkungan dan Kehidupan Jemaat atau Masyarakat pada kawasan pesisir pantai dan kawasan laut Teluk Youtefa di Kantor Klasis Gereja Kristen Injili (GKI), Sabtu (9/3/2019).

Hazmi menyatakan saat ia melakukan penelitiannya pada 2014, kondisi Teluk Youtefa tidak sedangkal sekarang. “Dalam penelitian, kami menemukan air, ikan dan kerang, bahkan urine warga sekitar Teluk Youtefa sudah ada mengandung logam berat akibat pencemaran,”katanya. Sedimen lumpur yang terus menerus masuk dan mendangkalkan Teluk Youtefa diperkirakan semakin memperparah polusi logam berat di perairan tersebut.

Penelitian Hazmi  dilakukan dengan mengambil sampel yang kemudian diuji di laboratorium terkareditasi di Jakarta. Penelitian itu menemukan 12 ikan ikan yang paling banyak menyimpan logam berat, termasuk ikan bulanak yang paling sering dikonsumsi warga pesisir Teluk Youtefa. Uji laboratorium itu juga menemukan kandungan logam berat dalam sejumlah sampel urine warga pesisir teluk. “Uji laboratorium memastikan jenis logam berat yang paling mencemari perairan Teluk Youtefa adalah Pb atau timah hitam,”katanya.

Penelitian itu menyimpulkan tingkat kandungan timah hitam di perairan Teluk Youtefa pada 2014 telah mencapai 0,0265 mg/liter. Tingkat kandungan logam berat itu melampaui ambang batas normal yang setara 0,08 mg/liter.

“Bayangkan air laut yang mengandung Plumbum atau Pb itu kemudian dimakan plankton. Plankton itu kemudian dikonsumsi ikan, termasuk ikan bulanak. Uji laboratoirum terhadap sampel ikan bulanak dan 11 jenis ikan di Teluk Youtefa menunjukkan tingkat kandungan timah hitam pada ikan telah mencapai rata-rata 0,246 mg/kg, sedangkan ambang batas normalnya setara 0,3 mg/kg,”kata Hazmi.

Hazmi  menyatakan timbal hitam yang mencemari Teluk Youtefa bersumber dari pembuangan sampah melalui sungai-sungai yang bermuara ke teluk itu. Jenis sampah yang dibuang ke sungai itu ternyata termasuk oli bekas, baterai, aki mobil, mainan anak, dan kaleng bekas. “Kandungan timah hitam itu akhirnya terakumulasi dalam tubuh manusia, masuk melalui konsumsi ikan, atau aktivitas menyelam di Teluk Youtefa,” kata Hazmi.

Timah hitam merupakan logam berat dengan massa jenis yang lebih tinggi daripada banyak bahan yang ditemui sehari-hari. Timbal memiliki sifat lunakmudah ditempa, dan bertitik leleh rendah. Saat baru dipotong, timbal berwarna perak mengilat kebiruan. Jika terpapar udara, permukaan timah hitam akan berubah warna menjadi abu-abu. Timbunan timah hitam di dalam tubuh manusia berdampak terhadap tumbuh kembang anak, menurunkan tingkat kebugaran, dan bisa menyebabkan laki-laki menjadi mandul.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jayapura, Ketty Mailoa mengatakan bengkel atau mereka yang melakukan usaha sudah wajib  memberikan pernyataan akan mengelola sampah termasuk tidak membuang oli secara sembarangan. “Mereka harus mengelola sampah oli dan tidak membuang sembarangan,”kata Mailoa.

Kepala Bidang Pengembangan RSUD Abepura dr Engel Adrian Ansanay mengatakan logam berat sangat berbahaya bagi tubuh. Akan tetapi, ia berpendapat kesimpulan bahwa logam berat menyebabkan laki-laki menjadi mandul masih membutuhkan penelitian lebih lajut. ”Harus diuji kembali, aApakah angka kelahiran terhadap warga di Teluk Youtefa ini menurun karena logam berat,”katanya kepada Jubi, Kamis (14/3/2019) di Rumah Sakit Umum Abepura.(*)

Editor: Timo Marten

 

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)