Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Banjir di daerah ini rusak sektor perikanan budidaya

Warga perumahan BTN Gajah Mada sedang menunggu surutnya air dampak banjir bandang beberapa waktu lalu – Jubi/Engel Wally

Sebanyak 18 kelompok pembudidaya perikanan mengalami kerugian karena banjir yang menimpa beberapa waktu lalu.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Bantul, Jubi – Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengakui sektor perikanan budidaya terdampak banjir yang menimpa daerah tersebut.  Pemda setempat mencatat sebanyak 18 kelompok pembudidaya perikanan mengalami kerugian karena banjir yang menimpa beberapa waktu lalu.

“Kalau untuk sektor perikanan itu ada 18 kelompok yang terkena dampak banjir, itu bukan kolamnya yang rusak, namun ikannya yang hilang,” kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul, Pulung Haryadi, Rabu, (3/4/2019).

Baca juga : Terdampak banjir bandang, ribuan masyarakat Yahukimo terima bantuan

Pojok baca, pelipur lara anak-anak pengungsi banjir bandang Sentani

Kisah banjir bandang Sentani: “Papi, saya takut air!”

Loading...
;

Haryadi menyebutkan banjir akibat hujan deras selama sehari pada 17 Maret lalu menerjang hampir di 17 kecamatan se-Bantul.  Selain menggenangi rumah dan fasilitas umum di Bantul selatan, banjir juga menerjang kolam-kolam budi daya ikan.

Dia mengatakan, kelompok pembudidaya perikanan terdampak banjir yang diperparah dengan luapan sungai itu tersebar di beberapa kecamatan, misalnya di wilayah Kecamatan Sewon, Kretek wilayah Bantul selatan lainnya.

“Kelompok yang terdampak ini tersebar di empat kecamatan, kira-kira kalau ditaksir kerugiannya kurang lebih sebesar Rp 250 jutaan, karena hanya ikan-ikan yang hilang,” kata Pulung menjelaskan.

Baca juga : Banjir di Perum BTN Gajah Mada, Bupati Jayapura: Developer harus tanggung jawab.

Mahasiswa Puncak dan Yahukimo serahkan bantuan kepada korban banjir Sentani

Meski begitu, Haryadi memastikan bencana alam yang merugikan kelompok pembudidaya perikanan itu tidak memengaruhi persediaan benih ikan di Bantul. “Sebab yang hanyut mayoritas ikan sudah umur dewasa,” katanya.

Dia mengatakan kelompok perikanan yang terdampak bencana itu akan diupayakan mendapat pendampingan dari dinas agar tetap bersemangat melanjutkan kegiatan di sektor perikanan tersebut.

“Nanti di (anggaran) perubahan, tapi bentuknya subdisi, kalau kita tidak menggunakan dana tidak terduga, tapi di perubahan nanti kita catat dan kita berikan pelatihan dan sekolah lapang,” kata Haryadi menjelaskan. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top